LombokPost - Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) telah menerima hasil otopsi jenazah Brigadir Esco Fasca Rely.
Dari hasil tersebut, terungkap adanya indikasi kekerasan yang diduga menjadi penyebab kematian.
Dengan temuan ini, penyidik Polda NTB akan melanjutkan proses penyelidikan untuk mengungkap kebenaran di balik kasus tersebut.
Baca Juga: Ayah Brigadir Esco Minta Polisi Usut Kematian Anaknya, Ponsel Korban Jadi Kunci Pembuka Tabir
"Ada tanda kekerasan di bagian leher," kata Dirreskrimum Polda NTB Kombes Pol Syarif Hidayat.
Meskipun ada tanda-tanda tersebut, polisi belum meningkatkan kasus tersebut ke tahap penyidikan. "Masih proses lidik (penyelidikan)," ujarnya.
Sejauh ini, penyelidik masih mendalami keterangan saksi. Mulai dari keluarganya. "Kita periksa istri dan keluarganya yang lain," jelasnya.
Baca Juga: Dugaan Brigadir Esco Dibunuh Masih Didalami, Polda NTB Ambil Alih Penyelidikan
Berdasarkan informasi, anggota Intel Polsek Sekotong itu tidak pernah memiliki masalah apapun dengan orang lain. Di kantornya juga dikenal rajin. "Ya itu sifatnya hanya bagian dari penelusuran saja dulu," kata dia.
Kalau pun ada petunjuk yang lain, lanjut dia, pihaknya akan tetap menelusuri lebih dalam. Tujuannya untuk mendapatkan barang bukti lain. "Semua masih dalam proses," jelas Syarif.
Diketahui, Brigadir Esco berawal dari seorang warga, 50 tahun, yang sedang mencari ayam peliharaannya di bukit belakang rumahnya sekitar pukul 11.30 Wita. Saat menyisir area tersebut, dia menemukan sosok pria tersebut.
Baca Juga: Ayah Brigadir Esco Nilai Kematian Putranya Tak Wajar
Saksi mendekati mayat tersebut untuk memastikan dan benar bahwa laki-laki tersebut sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Saksi kemudian segera memberitahu warga sekitar yang selanjutnya menghubungi kepala dusun.
Laporan ini dengan cepat sampai ke pihak kepolisian. Petugas yang tiba di lokasi langsung memasang garis polisi dan mengamankan area untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Dari hasil olah TKP, polisi menemukan beberapa barang bukti di sekitar lokasi penemuan jenazah. Barang bukti tersebut antara lain satu buah kunci sepeda motor Honda Scoopy, sepasang sandal jepit berwarna putih, dan satu unit telepon genggam.
Hasil olah TKP menunjukkan bahwa korban ditemukan tak bernyawa dengan leher terikat tali pada batang pohon. Dia menambahkan, posisi tubuh korban berada di sekitar pohon di area dengan kondisi tanah yang miring dan agak curam. (arl/r5)
Editor : Jelo Sangaji