Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kasus Kematian Brigadir Esco Naik Penyidikan, Polisi Temukan Indikasi Tindakan Perbuatan Melawan Hukum

Lombok Post Online • Sabtu, 6 September 2025 | 10:10 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost - Kasus kematian Brigadir Esco Faska Rely masih menjadi tanda tanya besar. Sampai saat ini, polisi belum membuat terang kasus tersebut. 

Hal itu membuat orang tua dari Brigadir Esco meminta langsung penjelasan dari kepolisian terkait dengan penanganan kasus tersebut.

Dia mempertanyakan ke Polres Lombok Barat (Lobar) dengan didampingi Penasihat Hukumnya Lalu Anton Hariawan. 

Baca Juga: Keluarga Minta Polisi Gerak Cepat Ungkap Kematian Brigadir Esco

”Ternyata setelah saya pertanyakan langsung ke polres, kasus ini sudah naik ke tingkat penyidikan. Naik dik itu sekitar tanggal 2 September lalu,” kata Anton menceritakan hasil pertemuannya ke Polres Lobar.

Dia menduga, kasus tersebut tidak murni karena gantung diri. Korban diduga dibunuh. “Nyawanya hilang akibat hantaman benda tumpul sesuai hasil otopsi yang dilakukan kepolisian,” ujarnya. 

Hal itu juga sudah dijelaskan Dirreskrimum Polda NTB Kombes Pol Syarif Hidayat, belum lama ini. Artinya, sudah ada tindakan perbuatan melawan hukum. ”Makanya, sudah patut ditingkatkan ke penyidikan,” kata dia. 

Baca Juga: Rumah Brigadir Esco Dipasangi Garis Polisi, Warga Sebut Anjing Pelacak Sempat Dikerahkan ke TKP

Menurutnya, dengan adanya peningkatan kasus ke tahap penyidikan, kepolisian pasti sudah mengantongi minimal dua alat bukti.

"Tinggal sekarang siapa yang menjadi tersangka dalam kasus tersebut. Ini masih menjadi pertanyaan besar dari pihak keluarga. Kami masih terus menunggu,” kata dia.

Kapolres Lombok Barat AKBP Yasmara Harahap belum memberikan keterangan resmi mengenai penanganan kasus tersebut sudah ditingkatkan ke tahap penyidikan. Dia irit bicara.

Baca Juga: Brigadir Esco Diduga Korban Pembunuhan Berencana, Polisi Retas Handphone Korban

"Kalau soal ini, saya tidak bisa kasih keterangan. Tidak bisa kami sampaikan karena kasus ini diusut gabungan dengan Polda NTB,” kata Yasmara. 

Dia membenarkan sudah menerima kunjungan dari pihak keluarga Brigadir Esco. “Ya, sudah ada kunjungan. Tetapi, maaf kalau yang penanganan kasus belum bisa saya sampaikan,” ujarnya.

Dirreskrimum Polda NTB Kombes Pol Syarif Hidayat yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon dan pesan singkat via WhatsApp belum memberikan tanggapan.

Diketahui, Brigadir Esco ditemukan meninggal sekitar pukul 11.30 Wita, Minggu (24/8) lalu. Lokasinya di Dusun Nyiur Lembang Dalem, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Lombok Barat.

DIPASANGI POLICE LINE: Inilah salah satu ruangan di belakang rumah Brigadir Esco, Dusun Nyiurlembang, Desa Jembatan Gantung yang dipasangi garis batas polisi.
DIPASANGI POLICE LINE: Inilah salah satu ruangan di belakang rumah Brigadir Esco, Dusun Nyiurlembang, Desa Jembatan Gantung yang dipasangi garis batas polisi.

Penemuan itu bermula ketika saksi inisial AS pergi mencari ayamnya yang hilang di belakang rumahnya. Saat itu, AS menemukan Brigadir Esco sudah dalam keadaan terlentang di bawah pohon dengan leher terikat tali.

Dia kemudian memberitahukan ke warga. Selanjutnya beberapa warga melaporkan peristiwa tersebut Ke SPKT Polsek Lembar. (arl/r5)

Editor : Jelo Sangaji
#polda ntb #penyidikan #kematian #kepolisian #alat bukti #polsek #Lembar