Rekonstruksi diperagakan langsung oleh istri Esco, tersangka Brigadir Rizka Sintiyani.
Sekitar pukul 10.16 Wita rekonstruksi dimulai, dan kemunculan tersangka Brigadir Rizka disambut sorakan warga saat keluar dari mobil tahanan dan jalan menuju area gang.
Maklum saja, sebagian masyarakat sudah merasa yakin jika Brigadir Rizka lah yang telah membunuh Brigadir Esco setelah polisi menetapkannya sebagai tersangka.
Terlebih lagi ketika mengingat kondisi mayat yang hancur membuat para penonton yang hadir saat rekonstruksi semakin emosi dan meneriakkan kata-kata kasar.
Namun karena penjagaan ketat aparat, membuat para penonton rekonstruksi tidak bisa mendekati Brigadir Rizka. Bahkan keluarga Brigadir Esco yang sudah lebih dahulu tiba di lokasi rekontruksi, hanya bisa meneriaki Brigadir Rizka dari jauh.
Rekonstruksi hari itu mengulang kejadian tanggal 19 Agustus 2025, enam hari sebelum mayat Esco ditemukan, sesuai dengan alibi Rizka yang tetap kukuh mengaku tidak bersalah.
Adegan pertama dimulai dari gang depan rumah tersangka di Rt 02, Dusun Nyiur Lembang.
Brigadir Rizka mengaku sempat mencari korban ke Polsek Sekotong ketika suami tak kunjung pulang.
Tapi Brigadir Rizka tak menemui korban, sehingga ia memutuskan pulang ke rumahnya menunggu kepulangan sang suami.
Dia tetap menunggu hingga pada tanggal 24 Agustus 2025, Brigadir Esco ditemukan di bukit belakang rumahnya dalam kondisi tewas mengenaskan. Wajahnya seperti hangus terbakar dan tubuhnya membiru dan bengkak.
Namun saat mempragakan rekonstruksi versi penyidik di lokasi penemuan mayat Brigadir Esco, Brigadir Rizka menolak tegas. Dia tidak mau melakukan adegan yang katanya tidak pernah dilakukannya.
Karena menolak peragakan rekonstruksi versi penyidik, Brigadir Rizka pun dibawa meninggalkan lokasi rekontruksi dan kembali menuju Rutan Polda NTB.
Walaupun Brigadir Rizka telah meninggalkan lokasi, rekonstruksi versi penyidik terkait kasus pembunuhan Brigadir Esco terus dilanjutkan, dengan menggunakan orang lain yang bertindak sebagai Brigadir Rizka.
Hal ini memicu emosi keluarga Brigadir Esco yang dari awal memang sangat penasaran dengan cara Brigadir Rizka menghabis nyawa Brigadir Esco.
"Kami kecewa sekali, kenapa dia (Rizka) malah pergi dan orang lain yang disuruh memperagakan adegan, ini menyakut nyawa manusia bukan hewan, kami kecewa sekali, kami datang jauh-jauh hanya untuk melihat bagaimana dia membunuh Esco," teriak seorang perempuan yang mengaku sebagai keluarga Brigadir Esco di lokasi rekonstruksi.
Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir Esco memang dilakukan secara terbuka untuk umum. Tak hanya keluarga Esco, ratusan warga juga terlihat memadati TKP karena penasaran ingin melihat wajah langsung Brigadir Rizka, termasuk cara dia menghabisi nyawa Brigadir Esco.
Editor : Siti Aeny Maryam