LombokPost-Bule Prancis Ludovic Roche alias Ali sempat viral Januari lalu. Dia membuat konten melalui media sosial yang menyebut nama-nama bandar narkoba di Kabupaten Lombok Utara (KLU).
Selain itu, Ali menyebut adanya dugaan keterlibatan polisi di Polres Lombok Utara (Lotara) dan pejabat tinggi Polda NTB dalam peredaran narkoba.
Setelah video itu muncul, tim Satresnarkoba Polres Lotara menangkap Ali di kawasan Bayan. Dia tertangkap bersama rekannya seorang nelayan berinisial MUB.
Dalam penangkapan itu, petugas menemukan barang bukti sabu 0,53 gram yang dikuasai Ali.
"Ya, kalau kasus narkobanya sedang berjalan. Sekarang sudah kita lakukan tahap dua. Kami tahap dua pada 11 Maret lalu," kata Kasatresnarkoba Polres Lotara AKP I Nyoman Diana Mahardika, kemarin.
Kini kasus tindak pidana narkotika sudah menjadi wewenang Jaksa Penuntut Umum (JPU).
"Penyidikan kasus narkobanya sudah tuntas," ungkapnya.
Sementara itu, terkait dengan Ali yang menyebut adanya keterlibatan polisi dalam peredaran narkoba sudah ditindaklanjuti Bidpropam Polda NTB.
"Ternyata koar-koar Ali di medsos yang menyebut ada keterlibatan polisi tidak benar," kata dia.
Anggota polisi yang disebut namanya menerima uang hasil peredaran narkoba turut melapor ke Unit Tipidter Satreskrim Polres Lotara.
Dia melaporkan dugaan pencemaran nama baik. "Di Satreskrim kasusnya juga berjalan. Sudah ditetapkan sebagai tersangka," beber Mahardika.
Terkait dengan perkembangan kasusnya di Satreskrim Polres Lotara, Mahardika belum mengetahui secara pasti.
"Saya kemarin hanya fokus menyelesaikan perkara tindak pidana narkobanya," ungkapnya.
Mahardika menjelaskan, video yang kembali beredar yang dibuat Ali di media sosial merupakan video lama. Itu dibuat sebelum ditangkap polisi saat menguasai narkoba.
"Itu video lama, bukan video baru. Selama ini tersangka tetap ditahan," kata dia.
Baca Juga: Bule Selandia Baru Dilaporkan ke Polda NTB Terkait Pelecehan Seksual
Menurutnya, kasus pencemaran nama baik yang mencoreng nama institusi yang disebut Ali hanya omong kosong. "Itu hanya kebohongan," tepisnya.
Sementara itu, ada beberapa nama bandar narkoba kelas kakap di Gili Trawangan yang disebut. Salah satunya Mujit.
Informasinya, Mujit sempat menjadi incaran Ditresnarkoba Polda NTB yang dijabat Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf. Namun, berhasil kabur.
"Kami masih petakan (keterlibatan Mujit. Belum ada bukti yang disebut bule Prancis itu" ungkapnya.
Editor : Kimda Farida