LombokPost-Tradisi Lebaran Ketupat akan berlangsung, Sabtu (28/3). Masyarakat bakal tumpah ruah di kawasan wisata.
Polresta Mataram menyiapkan personel gabungan untuk mengamankan tradisi tersebut.
"Ada sebanyak 991 personel gabungan yang terlibat untuk pengamanan," kata Kasatlantas Polresta Mataram AKP Muhammad Puteh Rinaldi, kemarin.
Personel terdiri dari 475 anggota dari Polresta Mataram.
Ditambah anggota Bawah Kendali Operasi (BKO) Polda NTB dari Ditsamapta 93 personel, Ditlantas 44 personel, Ditpolairud 24 personel, Ditbinmas 26 personel, Bidpropam 15 personel, serta Biddokkes 14 personel.
"Semua akan turun melakukan pengamanan dan pengawasan terutama di kawasan wisata yang mencakup wilayah hukum Polresta Mataram," terangnya.
Nantinya juga ditambah dari instansi Pemkot Mataram dan Pemkab Lombok Barat (Lobar).
Satpol Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan (Dishub) sebanyak 30 personel.
"Kawasan yang berada di wilayah Lingsar dan Narmada tetap kita jadikan atensi pengamanan," bebernya.
Baca Juga: Lapas Lobar Buka Layanan Kunjungan Khusus Selama Lebaran Ketupat
Untuk mengantisipasi keramaian dan kemacetan lalu lintas menuju kawasan wisata, polisi akan melakukan penyekatan.
"Kami lakukan penyekatan mulai pukul 15.00 Wita hingga 17.00 Wita," jelasnya.
Titik penyekatan akan dilakukan di tempat strategis menuju kawasan wisata. Seperti di simpang empat Dasan Cermen, simpang empat Gunungsari, simpang tiga Batu Ringgit, dan di bundaran Metro Jalan Lingkar Selatan.
"Pada titik-titik itu, arus kendaraan dialihkan ke sejumlah ruas jalan alternatif seperti Jalan Gajah Mada, arah Cakranegara dan Gerung, serta wilayah Kekait dan Mambalan," jelasnya.
Penyekatan juga diberlakukan di kawasan Ampenan, Kebon Roek, hingga Ireng-Meninting.
Kendaraan dari arah jalan tersebut akan dialihkan ke Jalan Koperasi, Jalan Yos Sudarso, Jalan Adi Sucipto, hingga Jalan Ireng guna menghindari penumpukan arus di jalur utama.
"Pengecualian diberikan bagi masyarakat yang berdomisili di wilayah Senggigi. Mereka tetap bisa melintas dengan penyesuaian di lapangan,” terang Puteh.
Baca Juga: Polda NTB dan Pelindo Perkuat Pengamanan Objek Vital Nasional di Pelabuhan Gilimas Lembar
Tujuan penyekatan ini untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas di lokasi percayaan Lebaran Topat.
“Kedua, pihaknya akan menyiagakan personel untuk melarang masuk kendaraan bak terbuka yang membawa manusia sebagai penumpang,”
Kendaraan bak terbuka dilarang mengangkut orang karena tidak memenuhi standar keselamatan.
Jika ada kendaraan bak terbuka yang melintas saat Lebaran Topat, pihaknya akan memberikan teguran dan menyuruhnya putar balik.
"Kendaraan bak terbuka seperti pikap, dump truk itu sangat membahayakan jika terjadi kecelakaan," tandasnya.
Editor : Kimda Farida