Patroli Tengah Malam Polda NTB Sasar Titik Rawan Curanmor dan Tawuran di Mataram-Lobar

Marthadi • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:41 WIB
Tim URC Puma Jatanras Ditreskrimum Polda NTB melakukan patroli malam di salah satu titik yang dinilai rawan gangguan keamanan.
Tim URC Puma Jatanras Ditreskrimum Polda NTB melakukan patroli malam di salah satu titik yang dinilai rawan gangguan keamanan.

 

LombokPost – Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Puma Jatanras Ditreskrimum Polda NTB mengintensifkan patroli malam di sejumlah titik yang dinilai rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Mataram dan Lombok Barat (Lobar).

Patroli Strong Point tersebut berlangsung sejak Sabtu (29/8) malam hingga Minggu (30/8) dini hari. Polisi menyasar sejumlah lokasi yang berpotensi menjadi tempat terjadinya kejahatan 3C (curat, curas, dan curanmor), tawuran, balap liar, hingga bentrokan antarkelompok.

Kanit Puma Jatanras AKP Agus Eka Artha S. memimpin langsung kegiatan tersebut. Tim menggunakan dua kendaraan URC Puma Jatanras untuk menyusuri sejumlah jalur yang telah dipetakan.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Mohammad Kholid mengatakan patroli dilakukan sebagai langkah pencegahan untuk menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

"Tim URC Puma Jatanras melaksanakan patroli Strong Point sebagai langkah pencegahan dan untuk menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif," ungkap Kholid.

Baca Juga: PGRI Mataram Soroti Pengawas Rangkap Plt Kepala Sekolah

Patroli dimulai sekitar pukul 20.00 Wita. Sebelum bergerak, personel mengikuti apel persiapan di depan ruang URC Puma Jatanras. Dalam apel tersebut, personel mendapat arahan mengenai cara bertindak dan sejumlah titik yang menjadi sasaran patroli.

Sekitar pukul 20.15 Wita, tim bergerak menyusuri Jalan Terusan Bung Hatta atau Jalan Baru Monjok hingga Simpang Pasar Sayang-Sayang. Selain melakukan pemantauan, personel berdialog dengan warga dan mengajak masyarakat ikut mencegah berbagai potensi gangguan keamanan.

Kholid mengatakan pendekatan kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam patroli tersebut. Warga diminta segera melaporkan apabila menemukan aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan.

"Tim tidak hanya melakukan mobile patrol, tetapi juga membangun komunikasi dengan masyarakat. Warga diajak bersama-sama menjaga lingkungan dan segera menyampaikan informasi jika melihat potensi gangguan kamtibmas," ujarnya.

Baca Juga: Tim URC Puma Polda NTB Ringkus Residivis Curanmor di Mataram

Patroli Temukan Informasi Kebakaran Lahan

Saat menyusuri wilayah tersebut, tim menerima informasi kebakaran lahan di salah satu bukit di Dusun Loco, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat, sekitar pukul 21.15 Wita.

Personel langsung menuju lokasi untuk memastikan kondisi. Saat tiba, api telah berhasil dipadamkan petugas Damkar Kabupaten Lombok Barat.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Berdasarkan informasi warga, kebakaran diduga bermula ketika seseorang menyalakan petasan untuk mengusir monyet. Percikan api kemudian mengenai rumput ilalang yang kering hingga memicu kebakaran.

"Tim menerima informasi kebakaran lahan saat patroli dan langsung bergerak mengecek lokasi. Setibanya di sana, api sudah dipadamkan Damkar. Tidak ada korban jiwa dan situasi di lokasi tetap aman," jelas Kholid.

Baca Juga: Punya Layanan NICU dan PICU, RSUD Sondosia Bima Siap Jadi Pusat Rujukan Perawatan Intensif Anak 

Setelah memastikan kondisi aman, patroli kembali dilanjutkan sekitar pukul 22.00 Wita menuju Jalan TGH Faisal, Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya.

Di lokasi tersebut, personel memantau sejumlah titik yang kerap menjadi tempat berkumpulnya remaja. Pemantauan dilakukan untuk mengantisipasi tawuran dan balap liar.

Sekitar pukul 23.00 Wita, tim melanjutkan patroli ke Kompleks Perumahan Geria Pagutan Indah. Berikutnya, sekitar pukul 00.00 Wita, personel menyisir Kompleks BTN Pepabri, Kelurahan Pagutan.

Patroli di kawasan tersebut difokuskan pada pencegahan kejahatan 3C yang berpotensi terjadi pada jam rawan.

"Kegiatan Strong Point dilakukan secara mobile dengan menyasar titik-titik rawan. Personel juga memberikan imbauan dan pendekatan kepada kelompok masyarakat maupun pemuda agar bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif," terang Kholid.

Baca Juga: Guru, Siswa dan Orang Tua SMKN 1 Lingsar Bantu Korban Kebakaran Desa Adat Sade

Sekitar pukul 00.30 Wita, tim kembali ke Mako Polda NTB untuk melakukan konsolidasi. Personel tetap memantau perkembangan situasi kamtibmas melalui komunikasi radio.

Kholid menegaskan, patroli akan terus dilakukan dan diarahkan berdasarkan pemetaan wilayah yang memiliki potensi kerawanan.

"Pemetaan titik rawan 3C dan tawuran serta monitoring situasi secara berkala menjadi bagian dari tindak lanjut kegiatan. Patroli ini akan terus dievaluasi dan diarahkan sesuai perkembangan situasi," pungkasnya.

Ia berharap kehadiran polisi di lapangan dapat mencegah gangguan keamanan sebelum terjadi sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Editor : Marthadi
Kamtibmas Mataram Curanmor Mataram Patroli Polda NTB Tawuran Mataram Lombok Barat