LombokPost-Penemuan kerangka manusia di Hutan Lindung Bukit Argapura, Lingsar Lombok Barat (Lobar) belum terkuak. Polisi masih mengidentifikasi temuan tersebut.
”Kami sudah bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk proses identifikasi. Sampai sekarang belum ada hasil,” kata Kapolsek Lingsar AKP Wiwin Widarti, kemarin.
Berdasarkan keterangan dokter sementara, diperkirakan korban telah meninggal cukup lama. “Perkiraannya lebih dari setahun,” ujarnya.
Wiwin menjelaskan, kerangka manusia itu pertama kali ditemukan tiga warga saat mencari mata air untuk keperluan religi, Selasa (1/9) lalu. Mereka menemukan sejumlah tulang yang diduga bagian tubuh manusia, termasuk tengkorak dan tulang kaki.
"Ketiga warga langsung mengamankan tulang yang ditemukan dan melaporkannya kepada pemerintah desa untuk ditindaklanjuti," tuturnya.
Baca Juga: Tim Inafis Lakukan Uji Forensik terhadap Tengkorak Manusia di Pogading Lotim
Keesokan harinya, tim gabungan yang terdiri dari tujuh personel Polsek Lingsar, tiga personel Unit Identifikasi Polresta Mataram, empat petugas Dinas Kehutanan Provinsi NTB, serta tiga warga lokal melakukan evakuasi terhadap tulang belulang tersebut. ”Proses evakuasi berlangsung cukup berat karena medan menuju lokasi sulit dilalui,” jelasnya.
Tim gabungan harus berjalan kaki sekitar empat jam untuk mencapai lokasi. Setelah tiba di lokasi, petugas langsung melakukan olah TKP dan penyisiran di sekitar aliran kali.
Ditemukan beberapa bagian tulang di sekitaran aliran kali. Termasuk di bawah curuk atau air terjun. ”Petugas juga menemukan pakaian APD lengkap pekerja proyek warna merah. Selain itu, dompet warna pink bertuliskan Semar Nusantara, yang berisi uang kertas dan logam dalam kondisi rusak, bungkus rokok GMJ, serta tiga korek api,” bebernya.
Karena medan penyisiran semakin sulit dilalui, tim gabungan bersama warga pemandu akhirnya memutuskan kembali. ”Kami mengimbau kepada masyarakat yang kehilangan keluarga diminta untuk melapor ke polisi. Siapa tahu, keluarganya yang hilang identik dengan hasil temuan kami di lapangan,” harapnya. (arl/r5)
Editor : Kimda Farida