Patroli Dini Hari, Tim URC Puma Polda NTB Bubarkan Pesta Miras dan Gagalkan Potensi Begal

Marthadi • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 18:41 WIB

Tim URC Puma Jatanras Ditreskrimum Polda NTB saat menggelar patroli strong point pada Minggu (13/9) dini hari

Tim URC Puma Jatanras Ditreskrimum Polda NTB saat menggelar patroli strong point pada Minggu (13/9) dini hari

 

LombokPost–Jalanan Kota Mataram hingga Lombok Barat (Lobar) disisir polisi hingga dini hari. Bukan tanpa alasan. Patroli strong point digelar untuk memburu potensi kejahatan jalanan, balap liar, hingga gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kerap muncul pada jam rawan.

Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Puma Jatanras Ditreskrimum Polda NTB menggelar patroli strong point pada Minggu (13/9) dini hari. Patroli dipimpin Kanit URC Puma Jatanras AKP Agus Eka Artha S..

Sejumlah titik yang dinilai rawan menjadi sasaran patroli. Di antaranya Jalan Udayana, Jalan Airlangga, kawasan Taman Budaya, Tembolak Pelangi, hingga Jalur Bypass Mataram-Gerung.

Patroli tersebut menyasar potensi kejahatan 3C, yakni pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Polisi juga mengantisipasi balap liar, tawuran, serta aksi jalanan lainnya yang berpotensi meresahkan warga.

Baca Juga: Jelang MotoGP Mandalika 2026, PLN Siapkan 4 Lapis Pengamanan Listrik dan 500 Personel

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda NTB Kombes Pol Arisandi mengatakan patroli ditingkatkan untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan.

"Patroli strong point ini kami tingkatkan untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan jalanan, aksi balap liar, maupun potensi tawuran yang kerap meresahkan masyarakat pada jam-jam rawan," tegas Arisandi.

Dalam patroli sekitar pukul 02.30 Wita, petugas menemukan sekelompok remaja sedang mengonsumsi minuman keras di kawasan Taman Budaya.

Petugas langsung membubarkan kelompok tersebut. Langkah itu dilakukan secara tegas namun persuasif untuk mencegah situasi berkembang menjadi gangguan kamtibmas maupun bentrokan.

Baca Juga: Buka PKKMB UNDIKMA 2026, Ketua KONI Pusat Ajak Mahasiswa Jadi Aktor Sukses PON XXII/2028

Polisi kemudian bergerak menindaklanjuti sejumlah laporan masyarakat. Salah satunya aduan melalui layanan Call Center 110 terkait kerumunan remaja yang disebut ugal-ugalan di Jalan Airlangga.

Tim URC Puma juga merespons laporan warga mengenai dugaan indikasi aksi pembegalan di Jalur Bypass Mataram-Gerung sekitar pukul 03.30 Wita.

Setiap informasi yang masuk langsung ditindaklanjuti petugas dengan mendatangi lokasi yang dilaporkan.

"Setiap informasi dan laporan dari masyarakat, baik melalui call center maupun yang disampaikan langsung di lapangan, langsung kami tindak lanjuti secara cepat. Alhamdulillah, seluruh lokasi yang disisir dalam keadaan aman dan kondusif," kata Arisandi.

Dia menegaskan, patroli dini hari akan terus dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap kejahatan jalanan dan gangguan kamtibmas.

Baca Juga: Siswa SMPN 2 Mataram Raih Medali Perak Olimpiade Internasional di Bangkok

Arisandi juga mengingatkan masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya.

Dia meminta para orang tua tidak membiarkan anak-anak keluyuran hingga dini hari. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah anak terjerumus dalam pergaulan bebas, konsumsi minuman keras, maupun aksi kejahatan jalanan.

Editor : Marthadi
kejahatan 3C Patroli URC Puma Mataram Lombok Barat Dugaan begal polda ntb