Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ini Cara Menangkal Paparan Sinar UV Berlebihan saat Beraktivitas di Luar dengan Cuaca Panas

Rury Anjas Andita • Sabtu, 7 Oktober 2023 | 09:30 WIB
Seorang ibu menggendong anaknya dengan memakai payung untuk berlindung dari panasnya sinar matarahari
Seorang ibu menggendong anaknya dengan memakai payung untuk berlindung dari panasnya sinar matarahari

LombokPost-Suhu udara di musim kemarau tahun ini terbilang ekstrem. Salah satu hal yang perlu diwaspadai ketika terjadi panas berlebih adalah paparan sinar ultra violet (UV). Sinar UV diklaim dapat berbahaya bagi kesehatan manusia, terutama bagian kulit.

Seperti yang dijelaskan dokter klinik kecantikan Kamila di Selong, Lombok Timur I Gusti Ayu Yunia Arlini. Dijelaskan, sinar UV merupakan gelombang elektromagnetik dengan panjang gelombang tertentu yang merupakan radiasi dari sinar matahari. Sinar ini tidak bisa dilihat oleh mata kasat manusia.

dr I Gusti Ayu Yunia Arlini
dr I Gusti Ayu Yunia Arlini

Sinar UV berlebihan pada kulit bisa mengakibatkan terjadinya kerusakan. Mulai dari kulit kusam, kulit kering, luka bakar (sunburn), flek hitam, hingga penuaan dini. Dampak paling parahnya adalah memicu terjadinya kanker kulit.

Sinar UV sendiri terdiri dari beberapa jenis. Di antaranya, sinar UV A yang memiliki panjang gelombang 315-400 nm. Paling panjang dibandingkan jenis UV lainnya.

Jenis ini dinilai sebagai sinar UV paling kuat dan mampu menembus awan serta kaca. Bahkan, tetap ada ketika cuaca mendung atau pun hujan. Sinar UV A juga dapat menyerap lebih dalam hingga ke lapisan dermis atau lapisan kulit kedua yang berfungsi sebagai pelindung dalam tubuh.

Jenis UV berikutnya adalah UV B. Sinar UV jenis ini memiliki panjang gelombang 280-315 nm. Sinar UV B dapat terserap awan dan tidak dapat menembus kaca. Jangkauan paparannya hanya dapat mencapai lapisan epidermis kulit. Jenis ini dapat menyebabkan kulit memerah, perih dan terbakar.

Sinar UV berikutnya yakni UV C. Memiliki panjang gelombang paling pendek, 180-280 nm. Ini merupakan sinar ultraviolet yang paling berbahaya bagi kulit. UV C tidak bisa menembus lapisan ozon, sehingga sinar ini tidak bisa mencapai permukaan bumi.

Untuk mencegah paparan sinar UV, sangat disarankan untuk menggunakan sunscreen atau tabir surya sesuai usia dan aktivitas. Ketika berada di luar rumah atau ruangan gunakan alat pelindung diri. Seperti kacamata, jaket, topi, payung, dan lainnya.

“Pengobatan ketika terpapar, disesuaikan dengan jenis efek samping yang ditimbulkan,” ujarnya pada Lombok Post.

Jika mengalami sunburn, dokter lulusan Universitas Diponegoro itu menyarankan agar mengobatinya dengan menggunakan skincare berbahan soothing atau calming. Contohnya seperti aloe vera. Bahan ini berguna untuk mendinginkan dan melembabkan kulit.

Jika kulit menjadi kering, kusam, dan keriput atau penuaan dini, Dokter Arlini menyarankan untuk menggunakan skincare dengan bahan yang bisa meregenerasi dan mencerahkan kulit. Seperti mengandung vitamin C, niacinamide, alpha arbutin dan lainnya.

“Ketika sudah dalam taraf melasma dan kanker kulit, segera kunjungi dokter untuk penanganan lebih intensif. biasanya dokter akan memberikan resep salep/racikan dengan dosis dan aturan tertentu,” jelas alumni SMAN 1 Selong itu.

Lebih lanjut dijelaskan, ada beberapa kesalahan yang kerap dilakukan sehingga terkena dampak paparan sinar UV. Paling utama yakni malas melindungi diri dengan menggunakan sunscreen.

Bahkan ketika sudah menggunakan sunscreen, tetapi tidak dengan cara yang benar. Pilihan sunscreen yang digunakan terkadang tidak sesuai dengan aktivitas yang dijalani.

Setiap produk sunscreen yang dijual di pasaran memiliki spf yang berbeda-beda. Ada yang spf 30 dan ada yang spf 50. Perbedaan dari spf ini kata dia, terletak pada perlindungannya. Untuk spf 30 perlindungannya hingga 97 persen, sedangkan spf 50 hingga 98 persen. “Sebenarnya tidak jauh beda,” sambung penulis buku “Hidup Keduaku dengan Seribu Wajah” itu .

Mengenai spf mana yang lebih bagus, dokter Klinik Pratama Asy-Syifaa Montong Gading Lombok Timur ini mengatakan, itu tergantung kebutuhan dan aktivitas. Bagi kulit berjerawat, disarankan untuk menggunakan sunscreen dengan spf 30. Sebab spf 50 biasanya akan lebih menumbat pori-pori kulit. “Tapi kalau aktivitas outdoor, pakai yang SPF 50 lebih baik,” katanya.

Kesalahan lainnya adalah pemakaian sunscreen yang tidak diulang. Setiap sunscreen memiliki masa pemakaian dan disarankan untuk digunakan ulang setiap dua jam ketika berada di luar ruangan.

“Sinar UV yang merusak kulit itu biasanya antara pukul 10.00-15.00 Wita,” katanya.

“Tapi tergantung juga sih lama paparannya, walau jam 8 pagi kalau lama berjemur ya gosong juga, jadi praktisnya kalau pakai sunscreen itu diulang 2-3 kali dari pagi sampai sore,” sambungnya.

Namun pengulangan pemakaian sunscreen ini tidak perlu dilakukan jika berada di dalam rumah. Hal itu dikarenakan tidak terjadi paparan sinar UV di sana.

Untuk mengulang pemakaian sunscreen, kata Dokter Arlini tidak perlu mencuci muka. Sunscreen bisa dioleskan langsung selama kondisi tangan bersih. Namun bagi yang ingin membasuh muka terlebih dahulu, juga tidak menjadi persoalan. Justru itu dinilainya lebih bagus. “Biar lebih nyaman dan tidak lengket rasanya,” ujar ibu dua anak itu.

Selain itu, kesalahan pemakaian sunscreen yakni pemakai tidak menunggu 15-30 menit setelah pemakaian, baru keluar rumah. Pemakai sunscreen perlu menunggu agar meresap ke dalam sebelum bekerja melindungi kulit.

Saat ini, ada banyak sunscreen yang bisa ditemukan dijual di berbagai flatform jual beli. Tak jarang juga ada ditemukan sunscreen abal-abal dan ilegal. Untuk membuktikan itu tidak palsu tentu membutuhkan uji laboratorium.

Untuk mencegah agar tidak salah dalam membeli, dia menyarankan agar membeli produk yang mereknya sudah terdaftar di BPOM. Selain itu, beli produknya harus di tempat yang terjamin asli. “Kurangi belanja online apalagi di toko yang tidak jelas,” tegasnya.

“Jangan mudah tergiur iklan dan review instan dari pembeli yang bisa saja settingan,” tambahnya. (fer/r5)

Editor : Rury Anjas Andita
#cuaca akstrem #Sinar UV #panas