Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Waspadai Risiko Cedera Otak Saat Mudik: Tips Kesehatan untuk Perjalanan yang Aman

Hamdani Wathoni • Minggu, 30 Maret 2025 | 13:42 WIB
DR. dr. Rohadi Sp.BS, Subsp.N-Onk (K), M.H.Kes
DR. dr. Rohadi Sp.BS, Subsp.N-Onk (K), M.H.Kes

Oleh: DR. dr. Rohadi Sp.BS, Subsp.N-Onk (K), M.H.Kes

Ketua IDI Wilayah NTB

Mudik merupakan tradisi yang sangat dinanti oleh banyak masyarakat Indonesia, terutama menjelang hari raya. Ribuan bahkan jutaan orang rela menempuh perjalanan jauh demi bisa berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. Tetapi di balik momen haru dan kebahagiaan tersebut, ada risiko serius yang kerap luput dari perhatian yaitu kecelakaan lalu lintas yang berpotensi menyebabkan cedera otak.

Cedera otak traumatik atau Traumatic Brain Injury (TBI) adalah salah satu jenis cedera yang paling berbahaya dan memiliki konsekuensi jangka panjang. Tidak hanya dapat menyebabkan kematian, cedera otak juga bisa mengakibatkan gangguan fungsi kognitif, fisik, bahkan emosional yang bertahan seumur hidup.

Mengapa Cedera Otak Sering Terjadi Saat Mudik?

Peningkatan volume kendaraan, kelelahan pengemudi, waktu tempuh yang panjang, hingga kurangnya kesadaran akan keselamatan berkendara menjadi kombinasi berbahaya yang meningkatkan risiko kecelakaan selama musim mudik. Ketika kecelakaan terjadi, kepala sering kali menjadi bagian tubuh yang paling rentan mengalami benturan keras, terutama jika penumpang atau pengemudi tidak menggunakan sabuk pengaman atau helm secara benar.

Kesadaran Akan Keselamatan Masih Rendah

Sebagai warga negara indonesia, kita masih sering menyepelekan aspek keselamatan dalam perjalanan mudik. Banyak orang yang masih tidak menggunakan helm secara benar saat naik motor, bahkan membawa anak-anak tanpa perlindungan memadai. Di sisi lain, pengemudi mobil seringkali merasa cukup aman karena berada di dalam kendaraan, padahal tanpa sabuk pengaman, risiko cedera kepala tetap tinggi.

Kampanye keselamatan lalu lintas memang sudah sering dilakukan, tetapi implementasi di lapangan belum maksimal. Oleh karena itu, edukasi dan kesadaran individu sangat penting agar mudik menjadi momen yang benar-benar aman dan bermakna.

Tips Mencegah Cedera Otak Saat Mudik

Berikut beberapa tips praktis yang dapat membantu Anda dan keluarga mencegah cedera otak saat perjalanan mudik :

1. Gunakan Helm Standar SNI

Jika menggunakan sepeda motor, pastikan Anda dan penumpang memakai helm berstandar SNI yang menutupi seluruh bagian kepala (full face lebih disarankan). Helm harus terpasang erat dan nyaman.

2. Selalu Gunakan Sabuk Pengaman

Bagi pengemudi dan penumpang mobil, gunakan sabuk pengaman setiap saat, bahkan untuk perjalanan pendek. Penumpang di bangku belakang juga tetap perlu menggunakan sabuk pengaman.

3. Istirahat yang Cukup

Kelelahan adalah salah satu penyebab utama kecelakaan. Pastikan Anda cukup tidur sebelum berangkat dan manfaatkan rest area untuk istirahat setiap 2–3 jam perjalanan.

4. Hindari Mengemudi Saat Mengantuk atau Sakit

Mengemudi dalam kondisi mengantuk atau kurang sehat sangat berbahaya. Bila perlu, bergantian mengemudi atau pilih moda transportasi umum yang lebih aman.

5. Batasi Kecepatan

Keinginan untuk cepat sampai terkadang membuat pengemudi memacu kendaraan secara berlebihan. Padahal, kecepatan tinggi memperbesar risiko kecelakaan fatal dan cedera kepala serius.

6. Bawa Kotak P3K dan Alat Darurat

Selalu siapkan kotak P3K, helm cadangan, lampu darurat, dan palu pemecah kaca. Meskipun tidak langsung mencegah cedera otak, perlengkapan ini dapat menyelamatkan nyawa dalam keadaan darurat.

7. Perhatikan Posisi Duduk Anak

Anak-anak harus duduk di kursi khusus anak (car seat) sesuai usia dan berat badannya. Jangan biarkan anak duduk di pangkuan atau berdiri dalam mobil saat kendaraan melaju.

8. Hindari Penggunaan Gadget Berlebihan Saat Menyetir

Gangguan konsentrasi akibat penggunaan ponsel bisa menyebabkan kecelakaan fatal. Gunakan hands-free dan tetap fokus pada jalan.

Penutup: Mudik Aman adalah Pilihan

Kesehatan dan keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Kita tidak bisa sepenuhnya menghindari risiko dalam perjalanan, tetapi kita bisa meminimalkannya dengan kesiapan dan kesadaran. Mudik seharusnya membawa kebahagiaan, bukan kesedihan akibat kecelakaan.

Mari kita jadikan mudik tahun ini sebagai momen yang aman, sehat, dan penuh berkah. Dengan menjaga keselamatan, kita menjaga masa depan keluarga kita.

*Dikutip dari berbagai sumber

 

Editor : Jelo Sangaji