LombokPost – Isu inkontinensia urine seringkali menjadi momok bagi para lansia, membatasi gerak dan mengurangi kepercayaan diri.
Namun, di balik stigma yang melekat, penggunaan popok dewasa kini semakin dipandang bukan hanya sebagai solusi medis, melainkan sebagai katalisator utama bagi lansia untuk tetap aktif, mandiri, dan menjaga kualitas hidup mereka.
Selama ini, pembicaraan seputar popok dewasa seringkali berfokus pada aspek klinis inkontinensia.
Padahal, bagi banyak lansia dan keluarga mereka, keputusan untuk menggunakan popok dewasa adalah langkah penting menuju kebebasan dan kenyamanan.
"Awalnya, ibu saya enggan sekali menggunakan popok dewasa. Ada rasa malu, seperti kembali menjadi bayi," cerita Dewi yang merawat ibunya berusia 80 tahun di Mataram.
"Tapi setelah kami edukasi bahwa ini justru bisa membuat beliau lebih bebas bergerak tanpa khawatir, dan kami pilihkan popok yang nyaman, perlahan beliau mulai menerima. Sekarang, ibu jadi lebih sering ikut kegiatan di luar rumah."
Dikutip dari Hello Sehat menuliskan inkontinensia urine, yang menurut dr. Kindy Aulia, Sp.U, spesialis urologi Siloam Hospital ASRI, bisa menyerang usia muda sekalipun, memang merupakan kondisi yang memengaruhi sekitar 15-25 persen lansia.
Namun, alih-alih menjadi penghalang, popok dewasa yang tepat justru membuka pintu bagi lansia untuk tetap terlibat dalam aktivitas sehari-hari, bahkan hobi yang dulu mereka nikmati.
"Banyak faktor yang menyebabkan inkontinensia, tidak melulu karena penuaan," jelas dr. Kindy.
"Yang terpenting adalah bagaimana kita memberikan solusi yang memungkinkan mereka tetap produktif. Popok dewasa modern dengan daya serap tinggi dan desain yang nyaman bisa jadi jawabannya," imbuhnya.
Pandangan ini diamini oleh Dr. Abidinsyah Siregar, DHSM, MBA, MKes, pendiri GOlansia.com.
"Penting untuk memberikan pemahaman kepada lansia bahwa popok dewasa bukan tanda kelemahan, melainkan alat bantu yang mempromosikan kemandirian," ujarnya.
Perawatan yang tepat, seperti penggantian rutin dan menjaga kebersihan kulit, akan memastikan mereka nyaman dan terhindar dari iritasi.
Perkembangan teknologi turut berperan besar dalam mengubah persepsi popok dewasa.
Merek seperti Parenty, misalnya, menawarkan pilihan yang disesuaikan dengan tingkat mobilitas lansia.
Popok Celana Dewasa Parenty didesain tipis dan pas layaknya celana dalam biasa, ideal untuk lansia dengan mobilitas tinggi yang ingin tetap aktif dan percaya diri tanpa terganggu penampilan.
Sementara untuk lansia yang bedridden, Popok Perekat Dewasa Parenty memberikan perlindungan ganda terhadap kebocoran.
"Material non-woven yang lembut dan permukaan tiga dimensi pada popok modern membantu penyerapan urine lebih cepat, menjaga kulit tetap kering dan meminimalkan risiko iritasi," kata perwakilan Parenty. "Ini bukan hanya tentang menampung cairan, tapi tentang menciptakan kondisi kulit yang sehat dan kenyamanan maksimal."
Bagi keluarga dan caregiver, popok dewasa juga meringankan beban perawatan, memungkinkan mereka fokus pada kualitas interaksi dan dukungan emosional. Dengan adanya produk yang tepat dan pemahaman yang komprehensif, lansia dapat menjalani hari-hari mereka dengan lebih tenang, lebih percaya diri, dan tentu saja, lebih aktif.
Editor : Siti Aeny Maryam