LombokPost – Di tengah gempuran gaya hidup modern yang serba instan, Komunitas BEPers Indonesia hadir sebagai angin segar, mengajak masyarakat untuk kembali ke fitrahnya.
Membangun pola hidup sehat dengan memanfaatkan potensi luar biasa yang dimiliki oleh tubuh sendiri. Dimana ini menjadi salah satu cabor dalam gelaran Fornas di NTB 2025.
Komunitas ini berfokus pada Prinsip BEP (Bio-Energy Potential), sebuah pendekatan holistik yang memadukan olah nafas dan olah gerak untuk mengoptimalkan fungsi vital tubuh.
Baca Juga: FORNAS 2025 Dimulai, Arus Lalu Lintas di Mataram Dialihkan, Ini Rinciannya
Dikutip dari https://kbi.sisti-kormi.id/ BEPers Indonesia percaya kunci menuju kesehatan prima ada di dalam diri setiap individu.
Dengan disiplin dan pemahaman yang benar, kita dapat mengoptimalkan metabolisme tubuh, daya tahan tubuh, dan regenerasi tubuh.
Senam napas dan olah gerak yang menggunakan teknik Bio Energy Power (BEP) diyakini secara signifikan mengoptimalkan kemampuan dan energi tubuh untuk mengobati dirinya sendiri.
Baca Juga: Sambut Fornas, Dinsos dan Satpol PP Mataram Gencarkan Penertiban Anjal-Gepeng
Komunitas ingin membiasakan masyarakat untuk hidup sehat secara alami, tanpa ketergantungan pada suplemen atau obat-obatan yang tidak perlu. Fokus komunitas adalah pemberdayaan diri melalui latihan olah nafas dan olah gerak yang teratur.
Olah nafas dalam BEP bukan sekadar menghirup dan menghembuskan udara. Ini adalah latihan pernafasan terstruktur yang dirancang untuk meningkatkan asupan oksigen ke seluruh sel tubuh, memperbaiki sirkulasi, dan menenangkan sistem saraf.
Hasilnya, tubuh menjadi lebih rileks, stres berkurang, dan energi vital meningkat.
Baca Juga: Sambut Fornas, Dinsos dan Satpol PP Mataram Gencarkan Penertiban Anjal-Gepeng
Sementara itu, olah gerak dalam BEP menekankan pada gerakan yang alami, mengalir, dan sesuai dengan anatomi tubuh.
Berbeda dengan latihan fisik intensif yang seringkali membebani sendi dan otot, olah gerak BEP bertujuan untuk meningkatkan fleksibilitas, kekuatan inti, dan keseimbangan secara bertahap.
Gerakan-gerakan ini juga dirancang untuk merangsang titik-titik energi dalam tubuh, mendukung proses metabolisme dan regenerasi sel.
Tujuan, Visi, Misi, Sasaran, dan Target Komunitas BEPers
Tujuan utama dari Bio Energy Power (BEP) adalah meningkatkan derajat kesehatan dan membangkitkan serta mengoptimalkan kembali kemampuan tubuh dalam menyembuhkan dirinya sendiri dari penyakit, baik fisik maupun psikis.
Komunitas percaya setiap tubuh memiliki potensi penyembuhan yang luar biasa yang bisa diaktifkan melalui metode BEP.
Sejalan dengan visi, misi dan program Yayasan BEP Indonesia, tujuan khusus dibentuknya Komunitas BEPers Indonesia (KBI) ini.
Membangun kebersamaan dan kekeluargaan di antara BEPers. Melaksanakan misi merajut ulang kesehatan bangsa. Meningkatkan derajat kesehatan seluruh rakyat Indonesia.
Atas tujuan mulia ini, organisasi ke-BEP-an mempunyai visi: "Masyarakat Indonesia bahkan dunia menjadi sehat dengan Latihan BEP secara rutin dan teratur." Untuk mencapai visi tersebut, kami mengusung misi: "Merajut ulang Kesehatan Bangsa."
Baca Juga: Wabup Edwin Sebut FORNAS Tidak Memberi Dampak Signfikan Bagi Perekonomian Lombok Timur
Sasaran dari Komunitas BEPers Indonesia adalah seluruh masyarakat Indonesia bahkan dunia, terutama mereka yang sudah mulai merasakan keluhan kesehatan. Kami ingin menjangkau siapa saja yang mencari solusi alami untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan mereka.
Target yang dicanangkan oleh komunitas ini bersifat kualitatif dan kuantitatif:
Secara Kualitatif: Komunitas menargetkan para praktisi BEP (BEPers) yang sudah rutin berlatih untuk senantiasa berlatih secara rutin dan bersama-sama dengan BEPers lainnya. Ini bertujuan untuk terus meningkatkan kualitas latihan dan pemahaman mereka akan prinsip-prinsip BEP.
Baca Juga: Pemprov NTB Yakin FORNAS VIII Punya Daya Ungkit Bagi Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Secara Kuantitatif: Kami berharap semua BEPers terus aktif mengajak dan mensosialisasikan manfaat BEP kepada masyarakat luas. Harapannya, mereka yang tertarik dapat dilatih BEP secara benar oleh Pelatih BEP yang kompeten.
Selain itu, BEPers yang telah memiliki waktu latihan yang cukup didorong untuk segera mengikuti Training of Trainer (TOT). Dengan begitu, mereka dapat memperoleh predikat Pelatih BEP dan ikut serta dalam melatih lebih banyak orang.
Dengan bertambahnya jumlah pelatih, kami berharap jumlah BEPers di seluruh Indonesia, bahkan dunia, akan bertambah secara signifikan. Penambahan ini tidak hanya mengikuti fungsi linear, tapi diharapkan dapat mencapai pertumbuhan eksponensial, menciptakan gelombang kesehatan yang lebih luas.
Komunitas BEPers Indonesia, atau biasa disebut KBI, adalah sebuah organisasi nirlaba yang berkedudukan di Jakarta dengan perwakilan-perwakilan dari daerah lain di seluruh wilayah Indonesia. Perkumpulan KBI didirikan berdasarkan Akta Notaris Nomor 1 tanggal 17 Juli 2017 tentang Pendirian Perkumpulan Komunitas BEPers Indonesia.
Komunitas BEPers Indonesia secara rutin mengadakan sesi latihan bersama, lokakarya, dan diskusi untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman. Mereka membuka diri bagi siapa saja yang ingin mempelajari dan menerapkan prinsip BEP dalam kehidupan sehari-hari, dari pemula hingga praktisi berpengalaman. "Kami sangat antusias melihat semakin banyak orang yang tertarik dengan pendekatan ini. Ini bukan hanya tentang kesehatan fisik, tapi juga kesejahteraan mental dan spiritual," tambah anggota komunitas.
Dengan semangat kebersamaan dan komitmen untuk hidup sehat secara mandiri, Komunitas BEPers Indonesia terus berkembang, menjadi mercusuar bagi mereka yang mencari jalan alami menuju vitalitas dan kualitas hidup yang lebih baik.
Editor : Siti Aeny Maryam