Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Mengungkap Misteri Kematian Saat Lari, Apa Kata Dokter Jantung?

Nurul Hidayati • Sabtu, 6 September 2025 | 22:15 WIB
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost - Olahraga lari sering disebut sebagai aktivitas fisik paling sederhana dan menyehatkan.

Namun, kasus kematian mendadak saat lari, terutama di kalangan pelari maraton atau bahkan atlet muda, menimbulkan pertanyaan besar.

Mengapa seseorang yang tampak bugar justru meninggal saat melakukan aktivitas yang seharusnya menyehatkan?

Untuk menjawab keresahan ini, dikutip dari Youtube Kementerian Kesehatan RI dr. Makhyan Jibril Al Farabi, Sp.JP, seorang dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, memberikan penjelasan mendalam.

Menurut dr. Jibril, kasus kematian mendadak ini adalah "fenomena gunung es" yang semakin terlihat seiring meningkatnya popularitas olahraga lari.

Penyebab Kematian Mendadak: Bukan Hanya Jantung Koroner

Dr. Jibril menjelaskan bahwa penyebab utama dari kasus ini adalah masalah pada jantung. Namun, bukan hanya penyakit jantung koroner atau sumbatan pembuluh darah seperti yang sering kita bayangkan.

"Penyakit jantung itu macam-macam," kata dr. Jibril. Untuk usia di atas 45 tahun, faktor risiko seperti merokok, diabetes, hipertensi, dan kolesterol tinggi adalah pemicu utama. Peningkatan beban saat lari bisa memicu serangan jantung akibat sumbatan.

Sebaliknya, pada usia muda, penyebabnya sering kali genetik dan tidak terdeteksi. Kasus-kasus seperti Brugada Syndrome atau Hypertrophic Cardiomyopathy (HOCM), di mana otot jantung membesar dan menghambat aliran darah, sering kali tidak menunjukkan gejala sama sekali.

"Jantung yang memiliki masalah seperti itu bisa mengalami aritmia atau irama tidak beraturan saat dipaksa bekerja melebihi batas kemampuannya, seperti saat maraton," jelas dr. Jibril.

Ketika aritmia terjadi, jantung tidak bisa memompa darah dengan efektif ke seluruh tubuh, termasuk otak, yang dapat berujung pada pingsan bahkan kematian.

Tanda-tanda Bahaya dan Pentingnya Skrining

Dr. Jibril menekankan, tanda-tanda serangan jantung saat lari kadang mudah dikenali, terutama pada usia paruh baya, seperti nyeri dada atau napas lebih pendek. Namun, pada kasus yang disebabkan oleh faktor genetik, gejalanya bisa tidak terlihat sama sekali.

Untuk mencegah kejadian tragis ini, dr. Jibril sangat menyarankan skrining jantung, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan kematian mendadak. Skrining minimal yang direkomendasikan adalah rekam jantung (ECG). Jika ingin lebih akurat, uji treadmill adalah pilihan terbaik.

"Uji treadmill akan memonitor kondisi jantung saat kita berlari. Ini bisa mendeteksi perubahan berbahaya yang mungkin tidak terlihat saat kondisi istirahat," ungkapnya.

Ilustrasi Berlari. Mengungkap Misteri Kematian Saat Lari, Apa Kata Dokter Jantung?
Ilustrasi Berlari. Mengungkap Misteri Kematian Saat Lari, Apa Kata Dokter Jantung?

Tips Aman Berlari untuk Pemula

Meskipun ada risiko, dr. Jibril menegaskan bahwa lari tetap merupakan olahraga yang sangat baik. Kuncinya adalah tidak memaksakan diri dan memulai secara bertahap.

Berikut adalah tips aman dari dr. Jibril:

Mulai Perlahan: Jangan langsung menargetkan maraton. Mulailah dengan jarak pendek seperti 3-5 km.

Jaga Detak Jantung: Pertahankan detak jantung di zona 2 hingga 3 (zona latihan yang ringan hingga sedang) untuk membangun kekuatan jantung secara bertahap. Hindari terus-menerus berada di zona 4 yang memicu kelelahan ekstrem dan risiko lebih tinggi.

Hindari Kafein Sebelum Lari: Minum kopi sebelum lari dapat meningkatkan detak jantung, membuat Anda cepat lelah, dan mengganggu performa. Lebih baik minum kopi setelah lari.

Skrining Jantung: Jika Anda memiliki riwayat keluarga yang mencurigakan, lakukan skrining jantung minimal ECG sebelum memulai program lari yang intensif.

Dengan persiapan yang tepat dan pemahaman terhadap kondisi tubuh, olahraga lari bisa menjadi aktivitas yang sangat menyenangkan dan menyehatkan.

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
Editor : Siti Aeny Maryam
#lari #serangan jantung #aliran darah #Kesehatan #olahraga