LombokPost – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjadikan isu Telinga, Hidung, Tenggorokan–Bedah Kepala dan Leher (THT-KL) sebagai prioritas kesehatan berikutnya setelah lima penyakit utama.
Dalam Kongres Nasional (KONAS) XX PERHATI-KL di Lombok (30/10),
Menkes Budi Gunadi Sadikin mengumumkan strategi penguatan layanan primer dan sekunder THT-KL secara nasional.
Baca Juga: KONAS XX PERHATI-KL di Lombok Dihadiri Ribuan Dokter, Menkes Dorong Inovasi Alat Kesehatan Lokal
Langkah konkret yang diambil Kemenkes untuk layanan kesehatan.
Penguatan Puskesmas: Seluruh Puskesmas akan dilengkapi dengan otoskop dalam tiga tahun ke depan untuk mendukung layanan promotif dan preventif.
Skrining Bayi Baru Lahir: Kemenkes mengkaji penerapan skrining pendengaran menggunakan alat OAE (Otoacoustic Emissions) dan meminta PERHATI-KL mencari alternatif implan koklear yang lebih murah dari India atau China agar program newborn screening dapat masif dan terjangkau.
Pengampu Nasional: RS Hasan Sadikin ditunjuk sebagai pusat pengampu nasional untuk mengkoordinasikan layanan THT-KL, mulai dari pencegahan di Puskesmas hingga kuratif di Rumah Sakit utama.
Alat di RS Kabupaten/Kota: Menkes berjanji akan melengkapi 514 Rumah Sakit Kabupaten/Kota dengan ENT Set (Ear, Nose, Throat Unit) dan Timpanoplasty Set untuk meningkatkan kualitas layanan di tingkat madya.
Strategi ini diharapkan dapat mempercepat deteksi dini dan penanganan masalah THT-KL, memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih merata dan berkualitas.
Nusa Tenggara Barat (NTB) menorehkan kebanggaan dengan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Kongres Nasional (KONAS) ke-20 Perhimpunan Dokter Spesialis THT-KL.
Lebih dari 1.240 dokter spesialis, dokter umum, dan residen dari seluruh Indonesia membanjiri Lombok untuk menghadiri acara yang berlangsung dari 28 Oktober hingga 1 November 2025 ini.
Ketua Panitia KONAS XX PERHATI-KL, Prof. Dr. dr. Hamsu Kadriyan, Sp.THT-KL(K), M.Kes, yang juga merupakan putra daerah, menyampaikan rasa terhormat atas kepercayaan tersebut.
"Merupakan kehormatan bagi kami di Lombok untuk menjadi tuan rumah Kongres Nasional ke-20 PERHATI-KL," ujarnya.
Keberhasilan NTB menjadi tuan rumah kongres ilmiah berskala nasional ini tidak hanya berdampak pada peningkatan ilmu pengetahuan kedokteran, tetapi juga memperkuat posisi daerah sebagai destinasi MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) akademik.
Selain agenda ilmiah dan organisasi, para peserta juga menikmati keindahan Lombok, yang diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi dan kolaborasi jangka panjang bagi seluruh anggota PERHATI-KL.
Editor : Siti Aeny Maryam