LombokPost - Setiap 43 detik, dunia kehilangan satu anak akibat pneumonia.
Menanggapi fakta tragis ini, dan bertepatan dengan Hari Pahlawan Nasional, MSD Indonesia mengajak seluruh orang tua untuk menjadi "Pahlawan Kesehatan"yang berdiri di garis depan.
Terutama dalam melindungi anak dari ancaman pneumonia infeksi saluran pernapasan mematikan yang hampir seluruh kasus kematiannya bisa dicegah.
Hanya dua hari menjelang Hari Pneumonia Sedunia (12 November), MSD menegaskan bahwa edukasi dan vaksinasi adalah kunci vital.
Ini mengingat beban kesehatan dan ekonomi yang ditimbulkan penyakit ini di Indonesia, di mana data BPJS Kesehatan menunjukkan total biaya pengobatan pneumonia mencapai Rp 8,7 triliun pada tahun 2023.
Vaksinasi PCV: Senjata Utama Menuju Target Nol Kematian Anak
Managing Director MSD Indonesia, George Stylianou, memanfaatkan momentum Hari Pahlawan, menyatakan ini mengingatkan setiap orang tua bisa menjadi pahlawan bagi kesehatan anak-anaknya, termasuk melindungi mereka dari pneumonia.
"Dengan kesadaran yang kuat dan kolaborasi, kami percaya kita dapat mewujudkan generasi bebas pneumonia,” katanya.
Harapan untuk menekan angka kematian anak akibat pneumonia hingga mendekati nol pada 2030 sangat terbuka.
Syaratnya, cakupan vaksin Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) harus mencapai di atas 90 persen.
Dokter Anak Konsultan Respirologi FKUI RSCM, dr. Wahyuni Indawati, Sp.A, Subsp. Respi., menegaskan peran krusial vaksinasi.
"Vaksinasi adalah hak dasar setiap anak. Pemberian vaksin PCV, yang kini telah dimasukkan Pemerintah ke dalam Program Imunisasi Nasional, merupakan bentuk perlindungan yang efektif untuk bayi dan anak-anak," jelas dr. Wahyuni.
Penggunaan PCV terbukti tidak hanya melindungi anak yang divaksinasi, tetapi juga memberikan efek kekebalan komunitas (herd protection) yang melindungi orang dewasa dan anak yang belum divaksin dari penularan penyakit pneumokokus.
Waspada Gejala Awal dan Perangi Misinformasi
Meski vaksin telah tersedia (termasuk jenis PCV15dalam Jadwal Imunisasi 2024 yang mencakup serotipe lebih luas), tantangan terbesar adalah rendahnya kesadaran, maraknya misinformasi, dan keterlambatan deteksi oleh orang tua.
Dokter Spesialis Anak, dr. Kanya Ayu Paramastri, Sp.A, mewanti-wanti orang tua agar tidak menyepelekan gejala.
“Seringkali disalahartikan sebagai batuk pilek biasa. Jangan menunda membawa anak ke fasilitas kesehatan jika batuk dan demam disertai kesulitan bernapas atau tarikan dinding dada. Deteksi dini adalah kunci terbaik,” tegas dr. Kanya.
Menutup seruan ini, Country Medical Lead MSD Indonesia, dr. Amrilmaen Badawi, MBiomedSc, menyoroti peran ibu.
“Pencegahan pneumonia berawal dari pengetahuan yang benar. Saat seorang ibu memahami dan bertindak tepat, ia adalah pahlawan sejati bagi anaknya dan pembawa pesan positif bagi lingkungannya,” tutup dr. Amril.
Pesan Utama MSD mengajak orang tua di Hari Pahlawan ini untuk mengambil peran aktif sebagai pahlawan dengan memastikan anak mendapatkan vaksinasi PCV dosis lengkap dan waspada terhadap gejala dini pneumonia.
Editor : Kimda Farida