LombokPost - Memasuki musim pancaroba, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan penyakit flu kerap meningkat. Kondisi cuaca yang tidak menentu membuat daya tahan tubuh lebih mudah menurun, terutama pada anak-anak, lansia, dan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.
Ahli gizi RSUD Provinsi NTB Siti Utami Sulasty, S.Gz., M.Gz., RD pun mengingatkan pentingnya menjaga pola makan agar tubuh tetap prima.
"Yang paling utama adalah mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang. Saat musim pancaroba, tubuh membutuhkan asupan vitamin, mineral, serta makanan tinggi antioksidan agar imunitas tetap kuat," jelasnya kepada Lombok Post.
Ia juga menegaskan pentingnya memenuhi kebutuhan cairan harian, terlebih saat cuaca panas. Untuk pola makan sehari-hari, masyarakat Lombok disebut tidak kesulitan memenuhi gizi seimbang karena bahan pangannya cukup melimpah.
Sumber karbohidrat bisa diperoleh dari nasi putih maupun beras merah, jagung, ubi, kentang, dan singkong. Sementara itu, protein hewani mudah ditemukan pada ikan laut maupun tawar, ayam, telur, serta daging sapi.
Adapun protein nabati seperti tempe, tahu, kacang merah, kacang hijau, lebui, dan kacang tanah banyak diproduksi lokal.
"Bagi anak-anak, jenis makanan perlu disesuaikan dengan kelompok umur, terutama dari segi tekstur. Sedangkan untuk lansia, perhatian khusus diperlukan pada asupan serat, cairan, dan pembatasan gula, garam, serta minyak," ujarnya.
Beberapa bahan pangan lokal Lombok juga disebut memiliki manfaat khusus bagi imunitas. Pepaya yang tinggi vitamin C dapat dikonsumsi langsung.
Bayam yang kaya vitamin A, C, E, serta zat besi bisa diolah dengan direbus atau ditumis.
Daun kelor yang mengandung flavonoid dan polifenol paling baik dimasak sebagai sayur bening. Begitu pula ikan kembung—sumber omega-3 dan selenium—sebaiknya diolah dengan cara dikukus atau dimasak berkuah agar gizinya tidak hilang. Lebui yang kaya antioksidan juga dianjurkan direbus atau dikukus.
Ia menegaskan hidrasi juga memegang peran besar dalam menjaga kesehatan. "Minum setidaknya dua liter per hari. Jika cuaca panas atau banyak berkeringat, tambah asupannya. Biasakan minum sebelum haus dan perhatikan warna urine," terangnya.
Terkait penggunaan suplemen, ia menegaskan bahwa vitamin tambahan tidak selalu diperlukan. Selama gizi seimbang terpenuhi, suplemen tidak wajib. Suplemen dibutuhkan hanya pada kondisi tertentu atau ketika asupan makanan tidak mencukupi.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai pola makan tidak sehat seperti konsumsi berlebihan makanan manis, gorengan, minuman es saat cuaca panas, serta rendahnya konsumsi buah dan sayur.
Bagi pekerja luar ruang, ia menyarankan membiasakan sarapan dan membawa bekal bergizi seimbang.
Bila tak sempat makan berat, buah atau makanan rebus bisa menjadi pilihan camilan sehat.
Dengan pola makan yang tepat dan kecukupan cairan, masyarakat Lombok diharapkan tetap sehat menghadapi peralihan cuaca tahun ini.
Editor : Kimda Farida