Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

DIAM-DIAM MEMATIKAN! Kenali Gejala Kanker Ginjal Sejak Dini Yang Diderita Vidi Aldiano, Jangan Tunggu Stadium Lanjut Sebelum Terlambat!

Nurul Hidayati • Minggu, 8 Maret 2026 | 18:14 WIB

Perbedaan ginjal normal dan telah kena kanker. (Alodokter)
Perbedaan ginjal normal dan telah kena kanker. (Alodokter)

LombokPost - Kanker ginjal menjadi salah satu penyakit "senyap" yang patut diwaspadai masyarakat.

Penyakit yang terjadi akibat pertumbuhan sel tidak terkendali pada ginjal ini sering kali tidak menunjukkan gejala berarti pada stadium awal, sehingga banyak pasien baru menyadarinya ketika kondisi sudah mulai parah.

​Meskipun lebih sering menyerang kelompok usia di atas 60 tahun, risiko kanker ginjal bisa mengintai siapa saja.

Deteksi dini menjadi kunci utama untuk meningkatkan peluang kesembuhan sebelum sel kanker menyebar ke organ tubuh lainnya.

​Gejala yang Sering Terabaikan

​Pada tahap awal, kanker ginjal memang jarang menimbulkan keluhan. Namun, ketika massa tumor mulai membesar, tubuh akan mulai mengirimkan sinyal-sinyal bahaya. Beberapa gejala yang patut diwaspadai antara lain.

​Munculnya benjolan di sekitar pinggang atau perut.

​Urine yang bercampur darah (hematuria).

​Nyeri terus-menerus di punggung bawah atau pinggang.

​Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas dan sering merasa lelah.

​Demam yang tak kunjung mereda dan keringat berlebih di malam hari.

​Faktor Risiko: Merokok hingga Hipertensi

​Meski penyebab mutasi sel ginjal belum diketahui secara pasti, beberapa faktor gaya hidup terbukti meningkatkan risiko seseorang terkena kanker ini. Kebiasaan merokok, obesitas (berat badan berlebih), serta tekanan darah tinggi (hipertensi) merupakan tiga faktor pemicu utama.

​Selain itu, mereka yang bekerja di lingkungan yang rentan terpapar bahan kimia tertentu atau memiliki riwayat keluarga dengan penyakit serupa juga memiliki risiko lebih tinggi. Bagi pasien gagal ginjal yang menjalani cuci darah jangka panjang, pemeriksaan rutin sangat disarankan.

​Langkah Penanganan Medis

​Dunia medis kini telah memiliki berbagai metode untuk menangani kanker ginjal, tergantung pada letak dan stadiumnya. Operasi nefrektomi (pengangkatan sebagian atau seluruh ginjal) menjadi prosedur yang paling umum dilakukan jika kanker masih terlokalisir.

​Untuk kondisi yang tidak memungkinkan operasi, dokter biasanya menyarankan terapi ablasi (pembekuan atau penghancuran sel kanker dengan gelombang suara), radioterapi, hingga terapi target menggunakan obat-obatan khusus untuk menghambat pertumbuhan sel jahat tersebut.

​Cegah dengan Pola Hidup Sehat

​Mencegah tentu jauh lebih baik daripada mengobati. Langkah sederhana seperti berhenti merokok, menjaga berat badan ideal, serta memperbanyak konsumsi buah dan sayur dapat menurunkan risiko secara signifikan.

​Olahraga rutin dan pemantauan tekanan darah secara berkala juga menjadi benteng pertahanan utama agar ginjal tetap berfungsi normal dalam menyaring racun di dalam darah. Jangan abaikan keluhan sekecil apa pun pada area pinggang Anda, segera konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

​Kesehatan ginjal sangat krusial bagi kualitas hidup kita. 

Vidi Aldiano divonis kanker ginjal stadium III sejak 2019 silam. Vidi Aldiano berpulang pada Sabtu (7/3/2026) di pertengahan bulan suci Ramadan 1447H.

Editor : Pujo Nugroho
#kanker ginjal