Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

PDPI NTB Gelar Peringatan Hari Asma Sedunia dan Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026, Meningkatkan Kesadaran Masyarakat tentang Kesehatan Paru

Nurul Hidayati • Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:12 WIB
PDPI NTB Gelar Peringatan Hari Asma Sedunia dan Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026 untuk Meningkatkan Kesadaran Masyarakat tentang Kesehatan Paru. (IST)
PDPI NTB Gelar Peringatan Hari Asma Sedunia dan Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026 untuk Meningkatkan Kesadaran Masyarakat tentang Kesehatan Paru. (IST)

LombokPost - Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Nusa Tenggara Barat bersama Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Mataram serta RSUD Provinsi NTB menyelenggarakan kegiatan Peringatan Hari Asma Sedunia dan Hari Tanpa Tembakau Sedunia Tahun 2026.

Ini sebagai bentuk komitmen untuk terus memberikan edukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan paru melalui berbagai kegiatan promotif dan preventif.

Kegiatan dilaksanakan pada hari Minggu, 17 Mei 2026 bertempat di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pagutan, Kota Mataram.

Baca Juga: Dinkes Mataram Observasi Khusus 5 Jemaah Haji: 4 Karena Gula Darah, 1 Penyakit Paru Kronis

Dengan mengangkat tema Hari Asma Sedunia 2026, yaitu “Akses terhadap inhaler anti-inflamasi untuk semua penderita asma masih merupakan kebutuhan mendesak” serta dirangkaikan dengan Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026 dengan tema “Menyingkap Rahasia Melawan Kecanduan Nikotin dan Tembakau.”

Kegiatan diawali dengan senam asma. Sebanyak 104 peserta dari masyarakat umum tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sejak awal hingga akhir acara.

Senam asma dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kebugaran dan menjaga kesehatan paru.

Baca Juga: Ajak Masyarakat Waspadai Penyakit Paru Sejak Dini, PDPI NTB Peringati Hari PPOK Sedunia 2025

Suasana kegiatan berlangsung aktif dan interaktif, terutama saat sesi penyuluhan mengenai pengendalian asma, pentingnya penggunaan inhaler anti-inflamasi yang tepat, serta bahaya rokok dan rokok elektronik terhadap kesehatan saluran napas.

Dalam kegiatan ini juga dilakukan demonstrasi penggunaan inhaler untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai teknik penggunaan obat-obatan inhalasi yang benar.

Asma merupakan penyakit inflamasi kronik saluran napas yang ditandai dengan gejala seperti sesak napas, batuk, mengi, dan rasa berat di dada.

Baca Juga: Lindungi Disabilitas, PPDI Lobar Dorong Pembentukan Perda

Gejala dapat muncul berulang dan dipicu oleh berbagai faktor seperti asap rokok, debu, polusi udara, alergi, infeksi saluran napas, maupun aktivitas tertentu.

Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Wilayah NTB, dr. H. Slamet Tjahyono, Sp.P(K), FISR dalam sambutannya menekankan bahwa asma yang tidak terkontrol dapat mengganggu kualitas hidup penderitanya dan meningkatkan risiko serangan asma berat.

"Oleh karena itu, penggunaan inhaler anti-inflamasi secara rutin dan dengan teknik yang benar sangat penting untuk mencapai kontrol asma yang optimal," kata dia.

Sebagai bagian dari deteksi dini gangguan fungsi paru, peserta juga menjalani pemeriksaan Arus Puncak Ekspirasi (APE) menggunakan peak flow meter yang dipandu oleh Dokter Spesialis Paru.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memilikifungsi paru dalam kategori normal, namun masih ditemukan peserta dengan obstruksi atau hambatan aliran udara ringan hingga berat yang memerlukan perhatian lebih lanjut.

Temuan ini menegaskan pentingnya deteksi dini gangguan fungsi paru serta upaya pengendalian faktor risiko seperti paparan asap rokok dan polusi udara.

Melalui peringatan Hari Asma Sedunia dan Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026 ini, PDPI mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga kesehatan paru dengan menerapkan pola hidup sehat, rutin beraktivitas fisik, menghindari asap rokok dan polusi udara, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Kenali gejala gangguan pernapasan sejak dini dan jangan ragu berkonsultasi ke tenaga kesehatan agar asma dapat terkontrol dengan baik dan kualitas hidup tetap terjaga.

Penulis: dr. H. Slamet Tjahjono, Sp.P (K) FISR; dr. Komang Sri Rahayu Widiasari, Sp.P (K) FISR ; dr. Prima Belia Fathana, Sp.P (K) ; dr. Suryani Padua Fatrullah, Sp.P (K) FISR ; dr. Moulid Hidayat, Sp.P(K)-Onk.,Ph.D ; dr. Rina Lestari, Sp.P (K) FISR ; dr. Indana Eva Ajmala, Sp.P (K) FAPSR; dr. Salim S. Thalib, Sp.P(K) FISR; dr. Gemilang Khusnorrokhman, Sp.P (K) AIFO-K.

Editor : Redaksi Lombok Post Online
#asma #PDPI NTB #Tenaga Kesehatan #penyakit #tembakau