
LombokPost-Sejumlah warga tampak semringah saat menerima distribusi air bersih, dalam kunjungan kerja Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal ke Desa Berdaya Tematik dan Transformatif, di Desa Mangkung, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, Senin (27/7).
Bantuan tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat yang selama hampir dua bulan terakhir, kesulitan memperoleh air bersih akibat kemarau. “Iya, sudah dua bulan ini kami kesulitan mendapatkan air bersih,” ujar Hasanah, warga Desa Mangkung saat ditemui.
Ia mengaku krisis air bersih membuat masyarakat harus mencari berbagai cara, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Baca Juga: Lawan Dampak El Nino, BNPB Bangun Sumur Bor di Daerah Rawan Kekeringan NTB
Karena air dari sumur maupun sungai yang selama ini menjadi sumber utama, perlahan mengering sehingga sebagian warga terpaksa membeli air.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Iqbal menyalurkan tiga tangki air bersih melalui Tagana Dinas Sosial P3A, dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter sebagai langkah cepat membantu masyarakat terdampak kekeringan.
Meski bantuan air bersih sangat membantu, Hasanah berharap Pemprov NTB juga menghadirkan solusi jangka panjang melalui pembangunan sumur bor.
Menurutnya, keberadaan sumur bor akan sangat membantu masyarakat, saat musim kemarau tiba sehingga warga tidak lagi bergantung pada distribusi air bersih.
“Kalau bisa dibangun sumur bor di sini, supaya kalau kemarau kami tetap bisa memanfaatkan air untuk kebutuhan sehari-hari,” harapnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan penyediaan sumur bor telah menjadi atensi. “Sumur bor sudah menjadi perhatian kami,” ujarnya.
Gubernur Iqbal juga telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pada Jumat lalu (24/7), dan memperoleh tambahan alokasi pembangunan sumur bor untuk membantu daerah-daerah yang mengalami krisis air bersih.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




