Guru SMPN 1 Lembar Jalani Skrining Jantung, FKIK Unram Deteksi Risiko PJK Sejak Dini

Alfian Yusni • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 18:25 WIB
Para guru SMPN 1 Lembar menjalani rangkaian skrining penyakit jantung koroner. (ist)
Para guru SMPN 1 Lembar menjalani rangkaian skrining penyakit jantung koroner. (ist)

lombokpost – Penyakit jantung koroner (PJK) tak hanya perlu ditangani ketika gejala muncul. Deteksi faktor risiko sejak dini menjadi kunci pencegahan.

Pesan itu dibawa dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Mataram (Unram) melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Negeri 1 Lembar, Lombok Barat, Kamis (10/9/2026).

“Deteksi faktor risiko dan pemeriksaan kesehatan secara berkala penting untuk mengetahui kondisi kesehatan seseorang sehingga pencegahan dan penanganan dapat dilakukan lebih awal,” kata dr. Yusra Pintaningrum tim FKIK Unram dalam kegiatan tersebut.

Baca Juga: FKIK Unram Kukuhkan 92 Dokter Baru, Siap Mengabdi hingga Daerah 3T

Melalui kegiatan ini, FKIK Unram ingin memperkuat peran perguruan tinggi dalam upaya promotif dan preventif. (ist)
Melalui kegiatan ini, FKIK Unram ingin memperkuat peran perguruan tinggi dalam upaya promotif dan preventif. (ist)

Para guru SMPN 1 Lembar menjalani rangkaian skrining penyakit jantung koroner. Pemeriksaan meliputi penelusuran gejala dan faktor risiko, tekanan darah, denyut nadi, berat dan tinggi badan untuk menghitung indeks massa tubuh (IMT), serta pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan asam urat.

Skrining kemudian diperkuat dengan pemeriksaan elektrokardiografi (EKG) dan ekokardiografi atau USG jantung.

Pemeriksaan dilakukan untuk mendapatkan gambaran aktivitas listrik, struktur, serta fungsi jantung secara lebih menyeluruh.

Baca Juga: Dukung Asta Cita Presiden Prabowo, LDII NTB dan FKIK Unram Gelar Skrining Kesehatan Gratis

Hasil pemeriksaan disampaikan langsung kepada masing-masing guru oleh tim FKIK Unram yang juga melibatkan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah RSUD Provinsi NTB, yakni dr. Yusra Pintaningrum, Sp.JP dan dr. Romi Ermawan, SpJP.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat PJK masih menjadi salah satu penyebab utama kematian di dunia, dengan sekitar 9–9,2 juta kematian setiap tahun.

Di NTB, penelitian di RSUD Provinsi NTB menunjukkan PJK menempati posisi pertama di antara penyakit kardiovaskular dengan proporsi 44,23 persen. Dari angka tersebut, 58,92 persen merupakan pasien laki-laki.

Baca Juga: Gunakan Teknologi NeuroNavigation System, TIM Bedah Saraf RSUD NTB - FKIK Unram Sukses Operasi Craniotomy Eksisi Tumor Otak

Sebagian besar kematian dini akibat PJK berkaitan dengan faktor risiko yang sebenarnya dapat dikendalikan.

Di antaranya hipertensi, kadar kolesterol tinggi, diabetes, kurang aktivitas fisik, serta kebiasaan merokok.

Karena itu, kegiatan FKIK Unram tidak berhenti pada pemeriksaan. Tim juga memberikan edukasi mengenai penyakit jantung koroner, mulai definisi, faktor risiko, tanda dan gejala, hingga langkah pencegahannya.

Baca Juga: FKIK Unram Lantik 11 Dokter Baru, Perkuat Pemerataan dan Pemenuhan Dokter Spesialis di Indonesia

Informasi tersebut dikemas dalam standing banner yang ditempatkan di Unit Kesehatan Sekolah (UKS) SMPN 1 Lembar.

Media itu diharapkan bisa dimanfaatkan guru maupun siswa sebagai sumber informasi mengenai kesehatan jantung.

Kepala SMPN 1 Lembar Darsiah menyambut baik kegiatan tersebut. Dia berharap program serupa dapat dilaksanakan secara rutin di sekolah.

Baca Juga: Gagal Dapat Hibah Bukan Karena Ide, Tapi Proposal: FKIK Unram Buka Rahasia Menang Dana Nasional dan Internasional

Melalui kegiatan ini, FKIK Unram ingin memperkuat peran perguruan tinggi dalam upaya promotif dan preventif.

Guru yang telah mendapatkan gambaran kondisi kesehatannya diharapkan tidak hanya menerapkan pola hidup sehat, tetapi juga menjadi penggerak kesadaran kesehatan bagi siswa, keluarga, dan lingkungan sekitar.

Dengan demikian, skrining jantung di SMPN 1 Lembar bukan sekadar pemeriksaan sehari. Edukasi dan tindak lanjut terhadap faktor risiko menjadi bagian penting agar upaya pencegahan penyakit jantung dapat memberikan dampak yang lebih panjang. (***)

 

Editor : Alfian Yusni
skrining penyakit jantung Edukasi Guru Kesehatan Jantung FKIK Unram