15 Pendaftar, 3 Lolos PPDS Jantung dan Pembuluh Darah FKIK Unram

Alfian Yusni • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 10:07 WIB

 

Peserta PPDS Jantung dan Pembuluh Darah dan keluarga beserta Dosen FKIK Unram. (ist)
Peserta PPDS Jantung dan Pembuluh Darah dan keluarga beserta Dosen FKIK Unram. (ist)

lombokpost -  Sebanyak tiga dokter resmi memulai pendidikan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Jantung dan Pembuluh Darah (JPD) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Mataram (Unram). Ketiganya menjadi peserta angkatan pertama setelah menyisihkan 12 pendaftar lainnya.

“Adab harus selalu lebih tinggi daripada ilmu.” Pesan tersebut menjadi salah satu landasan yang ditekankan dalam penerimaan peserta PPDS JPD FKIK Unram yang digelar Sabtu (19/9/2026).

Tiga peserta yang dinyatakan lulus berasal dari Buton Selatan, Maluku, dan Kabupaten Lombok Utara.

Baca Juga: RSUD Soedjono Selong Kebut Pembangunan Cytotoxic

Mereka akan menjalani pendidikan selama delapan semester dengan mengacu pada kurikulum kolegium.

Kurikulum PPDS JPD FKIK Unram juga membawa muatan unggulan kardiologi kepulauan. Konsep tersebut disesuaikan dengan kondisi geografis wilayah kepulauan, terutama karena pasien tersebar di sejumlah pulau dengan akses terhadap fasilitas kesehatan dan layanan subspesialistik yang belum merata.

Dekan FKIK Unram Dr. dr. Arfi Syamsun, Sp.F, meminta para peserta tidak hanya mengejar penyelesaian pendidikan.

Baca Juga: Kemendiktisaintek Buka 148 PPDS di Berbagai Wilayah, Dorong Pemerataan Akses Pendidikan Dokter Spesialis

Mereka juga didorong menghasilkan karya ilmiah dan menjaga reputasi institusi selama menjalani pendidikan.

Target luaran akademik PPDS JPD antara lain publikasi ilmiah minimal pada jurnal terindeks SINTA 2.

Namun, peserta juga didorong menembus jurnal bereputasi internasional atau terindeks Scopus.

Baca Juga: Menteri Hukum Buka Festival Hiu Paus 2026, Dorong Labuhan Jambu Jadi Destinasi Berkelanjutan

Peserta juga diharapkan aktif mengikuti seminar nasional maupun internasional. Forum ilmiah tersebut menjadi ruang untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, serta mempresentasikan hasil penelitian.

Ketua Program Studi PPDS JPD FKIK Unram Dr. dr. Yusra Pintaningrum, Sp.JP, menyebut keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada peserta. Ada tiga unsur yang saling berkaitan, yakni peserta PPDS, keluarga, dan institusi.

Peserta dituntut menjalani pendidikan dengan disiplin, integritas, komitmen, dan profesionalisme.

Baca Juga: DPRD Loteng Minta Pemkab Cermat Cabut Perda Ritel Modern

Sementara keluarga berperan memberikan dukungan moral, material, dan motivasi selama proses pendidikan berlangsung.

Institusi, di sisi lain, memiliki tanggung jawab menyediakan lingkungan pendidikan yang kondusif serta sistem pendidikan yang berkualitas.

Ketiga unsur tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan spesialis yang berlangsung selama empat tahun.

Baca Juga: Tak Lagi Kewalahan Tarik Perahu, Dosen Unram Modifikasi Perahu Nelayan Pakai Lunas Pipa PVC

Penerimaan peserta PPDS JPD tersebut juga diisi dengan perkenalan peserta dan supervisor. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan pakta integritas dan penyematan pin oleh Sekretaris Program Studi, Dr. dr. Yanna Indrayana, SpJP(K).

Pakta integritas menjadi bagian dari prosesi awal peserta sebelum menjalani pendidikan. Kegiatan turut dihadiri orang tua peserta yang kemudian menyampaikan sambutan dalam rangkaian penerimaan tersebut.

Selain agenda akademik dan seremoni, kegiatan diisi presentasi ilmiah mengenai perkembangan terapi di bidang jantung. Acara kemudian ditutup dengan penampilan para PPDS yang menyanyikan lagu bersama.

Dengan dibukanya angkatan pertama tersebut, PPDS JPD FKIK Unram mulai menjalankan pendidikan spesialis dengan fokus pengembangan keilmuan dan layanan kardiologi, terutama pada aspek prevensi serta kegawatan kardiovaskular di wilayah kepulauan. (***)

 

Editor : Alfian Yusni
PPDS JPD Unram dokter spesialis jantung pendidikan dokter spesialis Universitas Mataram FKIK Unram