LombokPost- Masjidilharam, tempat suci yang terletak di Mekkah, Arab Saudi. Suasana bulan Ramadan di tempat yang didatangi oleh umat muslim dari seluruh penjuru dunia ini selalu dipenuhi dengan kebersamaan dan kekhusyukan.
Salah satu tradisi yang tidak boleh dilewatkan adalah hidangan buka puasa yang disajikan kepada jamaah yang datang untuk beribadah.
Di antara berbagai hidangan tersebut, minuman rempah khas Arab seperti gahwa dan na’-na memiliki peran penting dan menjadi pilihan utama saat berbuka puasa.
Gahwa: Minuman Kopi Tradisional Arab
Gahwa adalah kopi tradisional Arab yang sangat terkenal di dunia Timur Tengah, khususnya di negara-negara seperti Arab Saudi, Yaman, dan Uni Emirat Arab.
Minuman ini bukan hanya sekadar kopi, melainkan bagian penting dari budaya Arab yang mencerminkan keramahtamahan dan kehangatan sebuah komunitas.
Gahwa memiliki ciri khas tersendiri, yang membedakannya dari kopi lainnya.
Bahan dasar dari gahwa adalah biji kopi yang dipanggang ringan dan kemudian digiling kasar.
Kopi ini biasanya diseduh dengan menambahkan rempah-rempah seperti kapulaga, cengkeh, dan kadang-kadang juga kayu manis.
Gahwa disajikan dalam gelas kecil tanpa tambahan gula, namun kadang ditambahkan sedikit gula atau madu sesuai selera.
Baca Juga: Champion Cabai Lombok Timur Pastikan Harga si Pedas Kembali Normal
Rasanya yang pahit dan harum membuat gahwa menjadi minuman yang sangat cocok untuk menyambut waktu berbuka puasa.
Di Masjidilharam, gahwa menjadi minuman yang sangat dihargai, dan disajikan kepada para jamaah yang datang untuk berbuka puasa.
Kehangatan gahwa, yang penuh dengan rempah, memberikan kelegaan setelah seharian berpuasa.
Selain itu, gahwa juga memiliki makna simbolis sebagai minuman yang mempererat silaturahmi antara umat Muslim yang berbuka bersama.
Na’-Na : Minuman Segar dengan Aroma Daun Mint
Selain gahwa, na’-na adalah minuman khas lainnya yang populer di bulan Ramadan, terutama di wilayah Arab Saudi dan negara-negara Timur Tengah lainnya.
Na’-na’ adalah minuman yang terbuat dari daun mint segar yang diseduh dengan air dingin atau air mawar, seringkali dicampur dengan gula untuk menambah rasa manis.
Daun mint, yang memberikan aroma segar dan rasa dingin, sangat cocok dikonsumsi setelah berpuasa sepanjang hari.
Minuman ini menyegarkan tubuh dan memberi sensasi kesegaran yang sangat dibutuhkan setelah seharian menahan haus dan lapar.
Na’-na sering disajikan dalam gelas-gelas kecil dan menjadi favorit di berbagai acara, termasuk saat berbuka puasa di Masjidilharam.
Selain sebagai penambah kesegaran, na’-na juga dikenal memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, termasuk membantu pencernaan dan meredakan rasa panas tubuh.
Dalam tradisi Arab, na’-na tidak hanya disajikan untuk berbuka puasa, tetapi juga sering dinikmati sebagai minuman sambil bersantai atau saat menyambut tamu.
Peran Gahwa dan Na’-Na di Masjidilharam
Masjidilharam, sebagai pusat ibadah umat Muslim, menawarkan lebih dari sekadar tempat untuk salat dan berdoa.
Selama bulan Ramadan, masjid ini menjadi pusat kebersamaan umat Muslim dari seluruh dunia yang datang untuk merayakan bulan suci dengan berbuka puasa bersama.
Di sinilah gahwa dan na’-na memainkan peran penting dalam membangun suasana yang penuh kehangatan.
Setelah berpuasa seharian, para jamaah akan disuguhi gahwa dan na’-na untuk membuka puasa mereka.
Gahwa dengan rasa rempah yang khas memberikan kehangatan, sementara na’-na menyegarkan tubuh setelah lama tidak mendapatkan cairan.
Kedua minuman ini tidak hanya menyuguhkan kenikmatan rasa, tetapi juga simbol keramah-tamahan, kebersamaan, dan kekayaan budaya Arab yang telah diwariskan turun-temurun.
Gahwa dan na’-na adalah dua minuman rempah khas Arab yang tak hanya lezat, tetapi juga sarat dengan makna budaya.
Di Masjidilharam, kedua minuman ini menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi buka puasa yang penuh kehangatan dan kebersamaan.
Bagi setiap jamaah yang hadir di masjid suci ini, menikmati gahwa dan na’-na tidak hanya soal kenikmatan rasa, tetapi juga tentang merasakan semangat persaudaraan dan penghormatan terhadap tradisi Arab yang kaya.
Ramadan di Tanah Suci bukan sekadar perjalanan, tetapi sebuah kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan meraih keberkahan yang tak ternilai.
Bagi Anda yang ingin merasakan pengalaman luar biasa ini, Muhsinin Tour and Travel siap menemani setiap langkah perjalanan spiritual Anda.
Semoga Allah memudahkan niat dan langkah kita untuk beribadah di Tanah Suci. Aamiin.(***)
Editor : Alfian Yusni