Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dari Rendang ke Ayam Taliwang, Menelusuri Jejak Kuliner Nusantara di Mancanegara

Alfian Yusni • Selasa, 13 Mei 2025 | 09:45 WIB

Ayam Taliwang jadi makanan khas Lombok
Ayam Taliwang jadi makanan khas Lombok

LombokPost- Rendang telah lama menjadi duta kuliner Indonesia di dunia. Hidangan daging berbumbu kaya ini bahkan dinobatkan sebagai salah satu makanan terenak oleh CNN. 

Nasi goreng, dengan cita rasa khasnya, juga tak kalah populer. Di berbagai negara, nasi goreng hadir dalam berbagai variasi yang menggugah selera. 

Gado-gado, salad sayuran dengan saus kacang, menjadi favorit di banyak restoran Indonesia di luar negeri. Kombinasi sehat dan lezatnya sulit ditolak. 

Sambal, saus pedas khas Indonesia, telah merambah dapur-dapur internasional, menambah cita rasa pada berbagai hidangan. 

Namun, bagaimana dengan kuliner khas dari Lombok dan Sumbawa? Apakah mereka juga telah dikenal di luar negeri? 

Ayam Taliwang, hidangan ayam bakar pedas khas Lombok, mulai diperkenalkan di beberapa restoran Indonesia di luar negeri. 

Plecing Kangkung, sayuran kangkung dengan sambal tomat pedas, menjadi pelengkap populer di berbagai hidangan. 

Sate Rembiga, sate daging sapi khas Lombok dengan bumbu khas, mulai dikenal di komunitas diaspora Indonesia. 

Sepat, hidangan ikan kuah asam khas Sumbawa, unik dan mulai diperkenalkan di festival kuliner internasional. 

Meskipun belum banyak restoran internasional yang menyajikan hidangan-hidangan ini, upaya promosi dan pengenalan melalui festival kuliner dan komunitas diaspora dapat membantu memperkenalkan kekayaan kuliner Lombok dan Sumbawa ke dunia. 

Di New York, restoran Wayan menyajikan hidangan Indonesia dengan sentuhan modern, memperkenalkan cita rasa nusantara ke pasar internasional.  

Di Belanda, sambal menjadi bagian penting dari masakan sehari-hari, menunjukkan pengaruh kuat kuliner Indonesia.  

Tumpeng, nasi kuning berbentuk kerucut dengan berbagai lauk, juga mulai dikenal di beberapa restoran Indonesia di luar negeri.  

Ketupat, nasi yang dimasak dalam anyaman daun kelapa, menjadi simbol perayaan dan juga mulai diperkenalkan di berbagai acara internasional.  

Rawon, sup daging berwarna hitam khas Jawa Timur, bahkan dinobatkan sebagai sup terbaik di dunia oleh TasteAtlas.  

Ayam Bakar, dengan berbagai variasinya seperti Ayam Bakar Taliwang, mulai mendapatkan perhatian di kancah internasional.  

kan Bakar, hidangan ikan panggang dengan bumbu khas, juga mulai diperkenalkan di berbagai festival kuliner dunia.  

Di Australia, nasi goreng menjadi hidangan populer di banyak restoran Asia, menunjukkan adaptasi kuliner Indonesia di luar negeri.  

Gado-gado, dengan fleksibilitas bahan dan saus kacangnya, mudah disesuaikan dengan selera lokal di berbagai negara.  

Sambal, dengan berbagai variasinya, menjadi pelengkap yang dicari di banyak restoran Asia di luar negeri.  

Meskipun demikian, tantangan tetap ada dalam memperkenalkan kuliner khas daerah seperti Lombok dan Sumbawa ke pasar internasional. 

Kurangnya promosi dan dokumentasi resep menjadi salah satu hambatan utama dalam mengenalkan hidangan-hidangan ini. 

 

Namun, dengan meningkatnya minat global terhadap kuliner autentik, peluang untuk memperkenalkan masakan khas daerah semakin terbuka. 

Festival kuliner internasional menjadi platform yang efektif untuk memperkenalkan hidangan-hidangan ini ke audiens global. 

Komunitas diaspora Indonesia juga memainkan peran penting dalam memperkenalkan dan mempopulerkan kuliner khas daerah di luar negeri. 

Media sosial dan platform digital dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan resep dan cerita di balik setiap hidangan. 

Kolaborasi dengan koki internasional dapat membantu dalam adaptasi dan pengenalan masakan khas daerah ke pasar global. 

Pemerintah dan lembaga terkait dapat mendukung dengan menyediakan pelatihan dan sumber daya untuk pelaku kuliner lokal. 

Pendidikan kuliner yang menekankan pada kekayaan dan keragaman masakan Indonesia dapat meningkatkan apresiasi terhadap kuliner daerah. 

Dengan strategi yang tepat, masakan khas Lombok dan Sumbawa memiliki potensi besar untuk dikenal dan dicintai di seluruh dunia. 

Inovasi dalam penyajian dan adaptasi rasa dapat membantu dalam menarik minat konsumen internasional. 

Penggunaan bahan lokal yang unik dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta kuliner global. Cerita budaya dan tradisi di balik setiap hidangan dapat menambah nilai dan daya tarik kuliner tersebut. 

Peningkatan kualitas dan standar kebersihan dalam penyajian dapat meningkatkan kepercayaan konsumen internasional. 

 

Kemasan yang menarik dan informasi yang jelas dapat membantu dalam pemasaran produk kuliner khas daerah. 

Partisipasi dalam pameran dan expo internasional dapat membuka peluang pasar baru bagi pelaku kuliner lokal. 

Pengembangan produk kuliner dalam bentuk beku atau instan dapat mempermudah distribusi ke pasar luar negeri. 

Kerjasama dengan distributor dan retailer internasional dapat memperluas jangkauan produk kuliner khas daerah. 

Peningkatan kapasitas produksi dan manajemen bisnis dapat mendukung pertumbuhan industri kuliner lokal. 

Dengan semangat dan kerja keras, kuliner khas Lombok dan Sumbawa siap menembus pasar internasional dan menjadi kebanggaan Indonesia di mata dunia. 

Dengan meningkatnya minat global terhadap kuliner autentik, saatnya bagi hidangan khas Lombok dan Sumbawa untuk bersinar di panggung internasional. (***)

 

Editor : Alfian Yusni
#duta kuliner #Indonesia #rendang #Kuliner #Ayam Taliwang