LombokPost - Mengunjungi Lombok Utara belum afdal tanpa menapakkan kaki di pesisir Pantai Nipah.
Di balik gradasi air lautnya yang menawan, tersaji magnet utama bagi para pelancong yakni ikan bakar Nipah. Destinasi kuliner ini tetap berdiri kokoh dan melegenda, membuktikan bahwa keaslian rasa Ikan Bakar Nipah tak tergoyahkan oleh gempuran tren makanan kekinian.
Aroma ikan segar yang bertemu bara tempurung kelapa menjadi undangan terbuka di jalur Senggigi-Pemenang.
Baca Juga: Pedas Gurihnya Ikan Bakar Sira Padang, Kuliner Ikonik Khas Sumbawa
Tak heran, meski berada di wilayah Lombok Utara, penikmatnya banyak yang datang dari Mataram.
Robianto, salah seorang ASN asal Mataram, menyebut kawasan ini sebagai tujuan wajib.
”Kalau di kota banyak yang jual ikan bakar, tapi vibe-nya beda. Di sini kita menikmati ikan bakar yang benar-benar segar dari sampan nelayan, dibakar dengan bumbu pedas khas. Ini paket lengkap yang tidak ada duanya,” ungkap Robianto saat ditemui di lokasi.
Baca Juga: Makin Laris Saat Ramadan, Pedagang Ikan Bakar Loang Baloq Untung Rp 500 Ribu Per Hari
Kunci kelezatan ikan bakar disini terletak pada kesegarannya. Ikan jenis baronang, kerapu, hingga kakap didapat langsung dari nelayan setempat tanpa proses pembekuan lama.
Dagingnya tetap manis dan lembut saat bersentuhan dengan bumbu rahasia.
Tak ketinggalan, pendamping setia kuliner ini adalah Sambal Monte dan Plecing Kangkung.
Baca Juga: Mencicipi Ikan dan Ayam Bakar Q-La Cafe di Sunset Land, Tanjung Karang
Perpaduan cabai rawit, terasi pilihan, dan jeruk limau menciptakan ledakan rasa pedas-segar. Kombinasi inilah yang membuat setiap suapan Ikan Bakar Nipah terasa begitu sempurna di lidah para pecinta kuliner.
Bagi warga Desa Malaka, deretan lapak ini adalah urat nadi ekonomi yang dikelola turun-temurun. Inaq Nisa, salah seorang pengelola, menyebutkan bahwa setiap akhir pekan kawasan ini selalu dipadati pengunjung. Wisatawan mencari sensasi makan di bawah pohon kelapa yang hanya bisa ditemukan saat berburu Ikan Bakar Nipah.
Sebagai penutup, pengunjung akan disuguhi bonus pemandangan sunset yang memukau dengan siluet tiga gili. Ikan bakar Nipah telah membuktikan bahwa kesederhanaan dan kedekatan dengan alam adalah kemewahan abadi. Ia tetap menjadi alasan kuat untuk kembali ke Lombok Utara demi menikmati sepotong surga di atas piring bambu. (ewi/r8)
Editor : Redaksi