LombokPost – Sepiring Nasi Selak di kawasan Sekarbela, Mataram, sekilas tampil sederhana.
Namun, susunan lauk di atas nasi putih justru membuatnya terlihat menggugah selera.
Potongan ayam bakar berwarna kecokelatan, telur, kerupuk kulit sapi, serta urap timun tersaji dalam satu piring dengan sambal yang menjadi pelengkap.
Dari tampilannya, ayam bakar menjadi salah satu lauk yang paling mencuri perhatian.
Baca Juga: Empat Kelompok Tani Sembalun Jadi Binaan BI NTB
Bagian luarnya tampak matang dengan jejak bakaran yang memberikan kesan smokey.
Menggunakan ayam pejantan, teksturnya berpadu dengan bumbu yang meresap dan aroma bakaran yang khas.
Sensasi tersebut semakin kuat ketika disantap bersama sambal.
Rasa pedasnya menjadi karakter utama, sekaligus memberikan dorongan rasa pada nasi dan lauk lainnya.
Baca Juga: Daftar Cakades Taman Ayu, H Suhaili Diiringi Ratusan Warga Hingga Grup Musik
Bagi penyuka makanan bercita rasa kuat, kombinasi ayam bakar dan sambal ini menjadi bagian yang membuat seporsi nasi campur terasa tidak monoton.
Di sisi lain, pindang telur menghadirkan rasa gurih dan manis yang lebih lembut.
Kehadiran telur menjadi penyeimbang setelah sensasi pedas sambal dan aroma bakar ayam.
Sementara kerupuk kulit sapi memberikan tekstur renyah yang kontras dengan nasi dan lauk yang lebih lembut.
Yang menarik, ada urap timun sebagai pelengkap.
Potongan timun memberikan sensasi segar sekaligus sedikit mengurangi rasa berat dari lauk berbumbu.
Baca Juga: Geliat UMKM Sambut MotoGP Mandalika 2026, Menikmati Sensasi Kuliner Prasmanan Khas Sulawesi
Perpaduan tersebut membuat setiap suapan memiliki karakter berbeda, mulai dari pedas, gurih, manis, smokey, hingga segar.
Tak mengherankan jika ini menjadi kuliner legendaris dan memiliki pelanggan setia.
Nasi Selak ini telah bertahan sekitar 40 tahun dengan resep turun-temurun yang kini memasuki generasi ketiga.
Dulu bernama Nasi Ibu Aminah, warung ini lebih dikenal sebagai Nasi Selak Ibu Aminah.
Baca Juga: Menang Tender Lagi, PT DIU Kembali Garap Lanjutan Proyek Bale Mentaram
Itu lantaran mereka berjualan mulai pukul 23.00 hingga subuh.
Banyak warga yang mencari makanan saat malam hingga dini hari menjadikannya sebagai tujuan kulineran.
Kini, Nasi Selak juga bisa dinikmati sejak siang.
Dengan harga sekitar Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu, pembeli dapat memilih variasi lauk sesuai selera.
Sederhana dalam tampilan, tetapi kaya perpaduan rasa, itulah daya tarik Nasi Selak yang membuatnya tetap dicari lintas generasi.
Editor : Kimda FaridaSumber : Liputan Berita Lombok Post