----------------------------
Wajah Shaina terlihat segar. Rautnya bersemangat kala Lombok Post menghampirinya di sela persiapan syuting akhir pekan lalu.
Gadis yang akrab disapa Shaina Babheer ini terlihat senang. "Karena sosok Bunda Kikin yang aku perankan jauh berbeda dengan karakter aku yang sebenarnya. Jadi tantangannya di situ," ungkapnya.
Shaina membocorkan karakter Kikin dalam film yang diperankannya. Dalam film ini, diceritakan Kikin adalah perempuan yang cuek, tegas, berwibawa dan ramah. "Di film ini saya harus bisa memerankan tokoh itu. Padahal di kehidupan sehari-hari saya bertolak belakang dengan watak itu. Saya ini cerewet dan girly, tapi di perannya tomboy," ungkapnya mengerutkan kening.
Hal ini tentu membuat Shaina harus berusaha keras mendalami karakter Kikin. Beruntung, ia memang sudah banyak makan asam garam di dunia entertain. Semenjak masih kecil, Shaina sudah membintangi beberapa film, iklan hingga sinetron.
"Kalau film ini yang kedua. Tapi kalau sinetron pernah di SCTV, ANTV, dan Global TV berjudul Dua Malaikat, Cinta Misteri sebagai Kina dan sebelum lebaran lalu saya main di film Buya Hamka yang akan tayang di XXI," tuturnya.
Yang lebih membantu Shaina memerankan Kikin dalam film Mohan adalah kedekatannya langsung dengan Kikin. Sehingga Shaina mengaku bisa memahami betul karakter dan menghayati perannya.
"Selain memang suka di dunia entertain, saya ada kedekatan dengan bunda Kikin," akunya. Ini yang kemudian membuat semangat Shaina berlipat.
Sejak pekan lalu, Shaina sudah menjalani beberapa kali syuting. Beberapa schene yang sudah diambil cukup banyak di sejumlah lokasi. Kesulitan dan tantangan pun mulai dirasakannya.
"Kesulitannya saat adegan hujan. Dibuatkan situasi hujan, kondisinya dingin dan diambil berkali-kali di Unram," tuturnya.
Demi hasil maksimal, Shaina harus rela mengulang adegan tersebut beberapa kali hingga ia basah kuyup. "Bahkan sampai menggigil," cetusnya.
Shaina rela melakukan itu semua demi sebuah totalitas peran. Ia berharap film yang dibintanginya ini bisa diterima masyarakat. Mengingat film ini karya orang Lombok yang harus dibanggakan.
"Saya ingin memberikan yang terbaik karena ingin mengangkat jika Lombok punya jiwa seni tinggi. Semoga dengan film ini saya bisa dikenal lebih banyak orang lagi," harapnya.
Bagi Shaina, film ini memberikan kesempatan dirinya untuk megangkat kemajuan seni peran di Lombok dan NTB umumnya.
Shaina punya keinginan agar orang yang menonton film ini lebih menikmati cerita yang ada di dalamnya. Ia ingin melepaskan semua tendensi kepentingan apapun. Ketika orang menyadari, inilah seni dan kemampuam putra daerah dalam membuat film karya anak bangsa. (HAMDANI WATHONI/r3) Editor : Administrator