----
Awalnya ia akan memulai dengan menanyakan keluhan yang ada pada tubuh pasiennya. Hal itu dilakukan untuk mengetahui gambaran umum mengenai kondisi pasien yang akan dipijatnya.
Tidak hanya bertanya, ia juga akan mendeteksi tubuh pasien dengan keahlian tangannya. Setelah tangannya bergerak, tak lama akan terdengar suara ‘krek’.
“Kretek-kretek, atau bahasa kita di Selong rekok. Itu kenapa namanya pijat bodi kretek,” kata pemuda yang akrab disapa Pram.
Setelah menyelesaikan bagian tangan, ia akan menuju ke bagian persendian kaki. Jika pada tangan ia mengukur persoalan sendi dengan memberikan tekanan pada tangan yang direntangkan, pada kaki, ia akan mengukur panjangnya.
Kata Pram, panjang kaki orang bisa tidak sama. Hal itu disebabkan banyak faktor. “Panjang kaki yang tidak sama akan menyebabkan sakit pinggang. Terapi pijat bodi kretek bisa menyelesaikan persoalan ini,” jelasnya.
Setelah kaki selesai, ia kemudian bergerak ke persendian tulang belakang. Dan terakhir, yakni puncaknya adalah persendian leher dan kepala. Pram menjelaskan, bagian akhir selalu menjadi yang ditunggu-tunggu pasiennya. Karena bagian itu yang paling dirasa nikmat oleh pasien.
Keahliannya sebagai terapis pijat kretek sendiri dikembangkan secara otodidak. Ia memiliki seorang nenek yang memang memiliki keahlian memijat. Kemampuan itu ia yakini menurun padanya. Lalu ia kembangkan, dan ditambah dengan pengalaman.
Selain pijat kretek, dia juga melayani pijat cidera karena olahraga. Meski jasanya sudah cukup lama digunakan orang, namun ia memilih untuk mempublikasikan diri pada akhir 2021 lalu. “Kurang lebih sudah tujuh bulan ini. Tiga bulan saya buka tempat praktik dan setiap hari melayani panggilan,” tuturnya.
Pijat kretek menghabiskan waktu 25 sampai 30 menit. Tarif yang ia kenakan Rp 100 ribu. Jika ada panggilan ke Mataram, ia tambah menjadi Rp 150 ribu.
Menurut Pram, nominal itu sangat fleksibel. Terkadang saat dipanggil untuk mengobati orang kurang mampu, ia akan menyesuaikan tarif.
“Karena niatan saya adalah untuk membantu orang lain. Kebahagiaannya justru saat melihat orang sembuh dari cedera dan persoalan persendian yang dimiliki,” jelas Pram.
Pram memang memiliki kemampuan spesial. Ia mengatakan, di tangannya ada semacam GPS yang menuntunnya untuk memahami persendian tubuh pasien. Sehingga GPS itu akan menunjukkan persoalan yang ada pada tubuh pasiennya. Ia pernah membuat orang yang sudah berbulan-bulan sakit pinggul sembuh hanya dalam 10 menit. Tak percaya, silakan dicoba! (fatih/r5) Editor : Rury Anjas Andita