HAMDANI WATHONI, Mataram
Berdiri Februari tahun 2018, grup band The Dare bakal mengharumkan nama Lombok di tanah air bahkan kancah dunia. Grup band yang bermarkas di Cakranegara ini bakal tampil di ajang TAPAUfest Malaysia22-24 Oktober mendatang. Grup band ini terpilih menjadi salah satu wakil Indonesia dari tiga band yang akan tampi di acara tersebut.
“Ada grup band Feast, Hindia, dan kami The Dare,” ungkap Desita Qudratu Aulia, salah satu personel The Dare kepada Lombok Post, kemarin (18/10).
Nama grup band The Dare diceritakan Desita, sapaannya memiliki dua makna. Dalam Bahasa Inggris The Dare berarti pemberani. Kemudian dari Bahasa Sasak itu memiliki makna gadis. Karena saat dibentuk para personelnya saat itu semua masih gadis. “Sekarang sudah ada yang menikah dan satu personel kami juga sudah punya anak,” tuturnya tersenyum.
Terbetuk tiga tahun silam, sejumlah single telah dirilis grup band ini. Mulai dari episode pertama, inthrovvvert, fameinkiss, Gum underdesk. Kemudian episode dua ada women who sailed the world, semeti medley, slanky fools, hingga blushed star. Bahkan ada juga lagu yang bercerita tentang gempa di Lombok yang dirilis yakni 7.0.
Kemudian mereka juga beberapa kali touring melakukan aksi panggung di Pulau Jawa. Band yang beranggotakan empat orang ini yakni Riri (vokalis), Desita (Drummer), Meigaali (Bass) dan Yollanang (gitar) juga siap berangkat ke Malaysia sebagai salah satu band penampil di TAPAUfest 2022. Mereka akan didampingi oleh manajernya Timmy Adhipa untuk membawa nama Lombok dan Indonesia di festival musik bergengsi di Malaysia.
TAPAUfest konsisten mengusung tema ‘Serumpun Bersama’ sebagai landasan untuk selalu melibatkan negara tetangga di festival ini. Mulai Malaysia, Indonesia, dan Singapura. Terpilihnya The Dare sebagai salah satu line up TAPAUfest 2022 tentu tak dapat dipisahkan dari konsistensi mereka dalam menggarap dan menyebarluaskan musik karyanya.
Salah satunya melalui tur ke Pulau Jawa yang telah dilakukan pertengahan 2022 ini. Perjalanan tur mereka ternyata menarik perhatian Ahmad Faris, Founder of TAPAUtv yang juga seorang kurator pegerakan indie Malaysia. Saat ia berada di Jakarta, Ahmad Faris menuturkan salah seorang sahabtanya mengajaknya untuk datang ke salah satu acara musik di M Block Space (Jakarta).
“Di sanalah pertama kali saya menonton The Dare. Semuanya bernyanyi dan berdansa. Saat itulah saya mulai mempertimbangkan mengundang grup band ini,” tuturnya.
Impresi tersebutlah yang akhirnya membawa nama The Dare masuk sebagai salah satu penampil di TAPAUfest 2022. Begitu informasi line up TAPAUfest 2022 muncul ke publik, dan nama The Dare ada di sana, masyarakat Malaysia rupayanya merespons hal tersebut secara baik.
Penyimak lagu-lagu The Dare yang berasal dari Malaysia pun mulai bertambah. Akhirnya muncul permintaan untuk merilis kembali kaset “Women Who Sailed The World” dalam edisi eksklusif.
Kami bekerja sama dengan distributor kaset di Malaysia. Akhirnya perilisan kaset tersebut terlaksana di bawah label independen Malaysia. Musik The Dare mulai ajek masuk ke pasar internasional baik secara digital, fisik melalui perulisan kembali kaset, maupun live di acara festival.
Menjadi sebuah kebanggaan The Dare secara langsung ataupun tak langsung telah memperkenalkan Lombok, tempat asal mereka, ke masyarakat internasional. Perhatian TAPAUfest terhadap musik The Dare pun tak hanya terlihat dari undangan tampil yang dilayangkan kepada mereka. Tetapi juga terpilihnya single “Semeti Medley” sebagai soundtrack utama poster digital dan motion video TAPAUfest 2022. (*/r3) Editor : Administrator