LombokPost - Dunia gaming PlayStation (PS) seakan tidak ada matinya. Demam game konsol itu kini kembali digandrungi banyak kalangan.
Bukan hanya kalangan milenial dan gen Z, tapi juga menghipnotis anak-anak gen Alpha yang lahir tahun 2010. Bagi mereka, bermain PS punya keasyikan tersendiri dibanding game online.
Pengunjung dari beragam usia duduk rapat dengan posisi lesehan. Jempol tangan mereka dengan lincah memencet tombol stik.
Sementara mata fokus tertuju pada layar lebar berukuran 50 inch. Sorak sorai terdengar ketika figur bintang yang dimainkan berhasil mencetakkan gol ke gawang lawan.
Begitulah keseruan yang terlihat di sebuah rental PlayStation (PS) di Jalan Purworejo Nomor 11 Tanah Aji, Kelurahan Punia, Kota Mataram, Kamis siang (4/9).
"Main PS ini saya seperti nostalgia. Karena sejak usia SMP saya sudah main. Waktu itu masih PS2," tutur Mujiburrahman, salah seorang gamer yang kini berusia 43 tahun.
Lain lagi dengan cerita Muhamad Nur Apriliadi. Remaja 15 tahun itu mulai menggandrungi game konsol sejak dua tahun terakhir.
Gara-garanya dia diajak nobar (nonton bareng, Red) Tim Nasional (Timnas) oleh ayahnya.
Saat itu Indonesia versus Irak dalam Piala Asia U-23 2024.
"Karena Timnas main bagus, dari situ saya suka PS," tutur Apriliadi dengan semangat.
Total ada 8 PS di ruangan berukuran 13x4 meter tersebut. Terdiri dari 6 unit PS4 dan 2 lainnya PS5.
Baca Juga: Sony Rilis Playstation VR2
Meski berada di dalam area kampung, lokasi itu hampir tidak pernah sepi pengunjung. Terutama pada jam-jam tertentu.
Seperti siang hari di atas jam 13.00 hingga sore. Serta pukul 18.00 hingga pukul 00.00.
"Alhamdulillah memang rental PS booming lagi," kata Fanzy Lazuardy, pemilik rental PS itu.
Fanzy termasuk yang konsisten membuka usaha rental PlayStation. Usaha itu dilakoninya sejak 2006.
Artinya, hingga saat ini sudah mencapai 19 tahun. Banyak pasang surut selama usahanya berjalan.
"Bisa dibilang ini titik balik rental PS, setelah sebelumnya lama lesu," tuturnya.
Dia merasakan setidaknya rental PS mulai ramai lagi sejak performa sepak bola Timnas Indonesia mulai moncer.
Itu sejak era kepelatihan Shin Tae-yong (STY). Di tangan pelatih asal Korea Selatan (Korsel), performa apik timnas Indonesia terus menanjak.
"Nah mulai itulah PS booming lagi. Saya akui itu sangat berdampak," ujarnya.
Para pengunjung semakin beragam. Bukan hanya mereka yang termasuk kalangan milenial, tapi juga gen Z hingga gen Alpha.
Baginya, kalangan milenial memang wajar kembali bermain PS. Sebab game tersebut sangat akrab bagi mereka sejak masih sekolah.
"Kalau sekarang mereka seperti bernostalgia," ujarnya.
Nah, adapun gen Z serta Alpha yang lahir mulai 2010 adalah generasi yang benar-benar baru menggandrungi game konsol.
Padahal dunia game terus bergerak menuju platform online dan digital.
"Gen Alpha yang ini benar-benar baru bersentuhan dengan PS," tutur Fanzy.
Di luar faktor menanjaknya timnas, sambung dia, pengusaha rental PS juga bisa bertahan karena konsisten.
Seperti pengalamannya, dia merasakan fase paling sepi sejak 2018 ke atas. Pengunjung sangat jarang. Game konsol kalah oleh game online berbasis gadget.
"Tapi di situlah ujiannya. Saya tetap buka," ujar pria kelahiran 11 Februari 1984 itu.
Di luar itu, kualitas pelayanan juga sangat mempengaruhi.
Bagi Fanzy, dia memperlakukan setiap pengunjung seperti keluarga sendiri.
Mereka datang dibuat senyaman mungkin.
Dia menerima dan mendengar curhat dan keluh kesah pengunjung. Karena kebanyakan pengunjung adalah mahasiswa.
"Saya dengar saja bagaimana keluhan mereka. Soal skripsi, tugas kuliah hingga urusan asmara. Saya jadi pendengar dan berusaha beri solusi kalau bisa," tuturnya lalu tertawa.
Awalnya mereka ngobrol biasa. Sambil memesan makan dan minum yang juga dijual Fanzy.
"Awalnya nongkrong dan ngobrol santai. Tapi ujung-ujungnya nanti bakal main PS. Inilah yang selalu saya lakukan ke teman-teman," pungkas ayah dua anak itu. (UMAR WIRAHADI, Mataram/r3)
Editor : Kimda Farida