LombokPost - Tak hanya toko penjual game yang bertahan, tetapi juga bengkel servis PlayStation yang terus didatangi pelanggan.
Dari PlayStation 2 hingga seri terbaru, para teknisi ini menjadi saksi bisu bahwa konsol besutan Sony masih punya tempat istimewa di hati masyarakat.
Permainan PlayStation semakin berkembang.
Dari tahun ke tahun model, fitur, gambar, tampilan, dan kecepatannya terus berubah-ubah.
Mulai dari PS 1 hingga kini penggemar game memainkan PS 5. Setiap perkembangannya memiliki kekurangan. Bahkan rentan rusak.
Untuk itu, perlu adanya tukang servis yang bisa memperbaiki kerusakannya.
Salah satunya, Dani. Pria asal Bug-bug, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat (Lobar) itu menjadi tukang service PlayStation. Pekerjaannya itu sudah digeluti sejak 2006.
”Awal mulanya saya sering perbaiki PS 1,” kata Dani.
Komponen PlayStation 1 sebenarnya cukup rumit. Sebab, masih menggunakan komponen yang lama.
”PS (PlayStation) pertama itu menggunakan VCD. Komponen yang paling cepat rusak adalah optiknya,” jelasnya.
Untuk memperbaiki itu butuh kesabaran. Tetapi, berkat memiliki latar belakang pendidikan ilmu kelistrikan, Dani bisa memperbaikinya.
”Komponen PS itu memiliki fungsi yang sama. Tetapi, perkembangannya sekarang lebih ke arah sistem digital. Itu saja,” kata dia.
Setelah PlayStation 1 diperbarui ke PlayStation 2, tampilannya berbeda. Dibuat lebih menarik. Secara tampilan dan fitur yang disajikan.
”Komponen sajian dalam perangkat lunaknya juga berbeda,” kata dia.
Sebelumnya, yang hanya menggunakan VCD, berubah ke flashdisk.
Melalui flashdisk itu semua permainan disimpan.
”Tetapi pembaharuan juga memiliki kekurangan. Kerentanannya sangat sensitif sehingga dapat mempercepat umur PS-nya sendiri,” kata dia.
Kerentanan yang paling banyak terjadi adalah, fitur gambar yang tidak muncul di televisi. Selain itu, suaranya tidak muncul.
”Itu kerentanan yang sering dihadapi untuk diperbaiki,” kata dia.
PlayStation yang baru itu juga rentan terhadap panas. Setiap komponen elektronik juga memiliki usia. Sama seperti manusia.
“Jika tidak dirawat dengan baik bisa lebih cepat rusak,” kata dia.
Kerentanan kerusakan itu dapat diakibatkan berbagai macam. Seperti, penggunaan PlayStation yang terlalu lama sehingga menyebabkan panas.
Tidak hanya itu, tegangan listrik yang tidak seimbang dapat lebih cepat membuat komponen di dalamnya cepat rusak.
”Makanya, setiap penyewaan PlayStation itu dianjurkan untuk menggunakan UPS (Uninterruptible Power Supply) atau tempat penyimpanan listrik,” kata dia.
Dani mengatakan, ada beberapa kesulitan yang dihadapi ketika memperbaiki PlayStation yang sudah serba digital. Salah satunya onderdil.
”Komponennya sulit dicari. Itu saja kendalanya,” kata pemilik Dani Game itu.
Untuk dapat menyiasatinya, Dani selalu menerima pembelian PS yang rusak.
Sebab, dari PS yang dibelinya ada beberapa komponen lain yang bisa digunakan untuk memperbaiki PS yang rusak.
”Kalau motherboad rusak susah kita cari. Makanya, perlu kita cari PS yang kerusakannya tidak sama,” kata dia.
Setiap servis, Dani menarik harga tidak terlalu mahal. Tergantung parah kerusakannya.
“Per PS saya ambil Rp 150 ribu per servis,” ujarnya. (arl/r3)
Editor : Kimda Farida