Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kayangan 24 Kapal, Lembar 21 Kepal, Pelindo 38 Kapal, Pelabuhan Lembar Ditutup Sementara pada 18 Maret

Lombok Post Online • Selasa, 17 Maret 2026 | 10:53 WIB

MUDIK LEBARAN: Salah satu kapal yang akan membawa para penumpang yang akan melakukan mudik dari Pulau Lombok ke Pulau Sumbawa.
MUDIK LEBARAN: Salah satu kapal yang akan membawa para penumpang yang akan melakukan mudik dari Pulau Lombok ke Pulau Sumbawa.

LombokPost - PT ASDP Kayangan juga melakukan sejumlah persiapkan untuk mudik lebaran 2026. General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Kayangan (Persero) Cabang Kayangan Erlisetya Wahyudi menjelaskan, kondisi kapal juga sudah disiapkan dengan melakukan perawatan rutin.

“Kami pastikan kapal-kapal di Pelabuhan Kayangan khususnya empat kapal milik ASDP dalam kondisi prima,” tegasnya.

Tidak hanya itu fasilitas pendukung di pelabuhan dipastikan sangat siap menyambut pemudik. Seperti ruang tunggu penumpang, kamar mandi, penambahan rest area, pembuatan posko gabungan dan menyiapkan tenaga kesehatan.

"Untuk mengantisipasi kemacetan, kami juga sudah disiapkan penambahan area parkir dan buffer zone, " katanya.

Total kapal di Pelabuhan Kayangan sebanyak 28 unit.

Namun untuk angkutan lebaran disiapkan  24 kapal, karena empat kapal saat ini sedang menjalani perawatan. Adapun kapal yang beroperasional atau yang jalan hanya 10 kapal.

"Sementara 14 kapal lainnya akan istirahat menunggu jadwal atau pergantian. Kami sudah siap untuk menghadapi arus angkutan lebaran dan arus mudik," tegasnya.

Dia memperkirakan pada lebaran tahun ini mengalami kenaikan penumpang sekitar 6 persen.

Kenaikan ini diperkirakan karena peningkatan ekonomi daerah.

PT ASDP Lembar menjamin kelancaran mobilisasi warga, terutama yang masuk ke Pulau Lombok melalui jalur laut.

​General Manager PT ASDP Cabang Lembar Handoyo Priyanto mengungkapkan, saat ini kondisi di Pelabuhan Lembar masih tergolong normal.

Lonjakan signifikan justru mulai terlihat di arus kedatangan, khususnya dari Pelabuhan Padangbai, Bali.

​​Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, ASDP telah menyiagakan total 24 kapal.

Dari jumlah tersebut, 21 kapal dinyatakan siap beroperasi, sementara 3 kapal lainnya sedang menjalani proses pemeliharaan rutin (docking).

Setiap harinya, sebanyak 13 kapal dikerahkan secara bergiliran untuk melayani rute Lembar-Padangbai dengan sailing time sekitar 4 jam.

Data menunjukkan adanya tren kenaikan jumlah penumpang dan kendaraan dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Handoyo menyebutkan kenaikan rata-rata mencapai angka 20 persen, yang didominasi oleh pemudik kendaraan roda dua dan pejalan kaki.

​"Kenaikan ini sudah mulai terasa sejak H-10 hingga H-8. Fokus kami tidak hanya pada lintas Padangbai, tetapi juga rute-rute jarak jauh seperti Lembar-Jangkar (Situbondo), Lembar-Surabaya, dan Lembar-Banyuwangi guna memecah kepadatan," tambahnya.

Penutupan Sementara Pelabuhan

Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) dan instruksi Gubernur Bali, operasional penyeberangan lintas Lembar-Padangbai akan ditutup sementara.

​Pelabuhan Lembar akan menutup keberangkatan menuju Padangbai pada 18 Maret pukul 21.00 WITA.

Sebaliknya, dari arah Padangbai menuju Lembar, penutupan dilakukan pada tanggal 19 Maret dini hari.

​"Khusus untuk lintas Bali, operasional akan berhenti total sesuai jadwal tersebut untuk menghormati perayaan Nyepi. Namun, untuk rute menuju Pulau Jawa (Jangkar, Surabaya, Banyuwangi), operasional tetap berjalan sesuai jadwal jika ada keberangkatan kapal," tegas Handoyo.

​Terpisah General Manager PT Pelindo (Persero) Cabang Lembar Kunto Wibisono mengungkapkan hingga saat ini pergerakan penumpang masih cenderung landai dan belum menunjukkan lonjakan yang signifikan.

​Berdasarkan data yang dihimpun, arus penumpang di Pelabuhan Lembar justru mengalami penurunan sebesar 23 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Kondisi ini berlaku untuk rute gabungan, baik lintas Lembar-Surabaya maupun Lembar-Gili Mas-Banyuwangi.

​​Kunto menjelaskan bahwa penurunan jumlah penumpang ini salah satunya dipicu oleh berkurangnya jumlah armada kapal yang beroperasi.

Jika pada tahun lalu terdapat 40 kapal yang melayani pemudik hingga H-7, tahun ini jumlahnya berkurang menjadi 38 kapal.

Selain itu, beberapa operator kapal besar seperti Dharma Lautan Utama (DLU) melakukan penyesuaian alokasi jadwal keberangkatan yang lebih mendekati hari H Lebaran untuk memaksimalkan daya tampung yang lebih besar.

​Pihak Pelindo memprediksi puncak arus mudik di Pelabuhan Lembar akan terjadi mulai hari ini hingga dua hari ke depan.

​"Kami pastikan kesiapan fasilitas baik di Gili Mas maupun di Dermaga Lembar siap melayani penumpang. Ruang tunggu, fasilitas pendukung seperti water station, hingga penambahan bandwidth internet telah kami siapkan untuk kenyamanan pemudik," tambahnya. (par/ton/r3)

Editor : Kimda Farida
#kemacetan #kapal #pelabuhan #Kayangan #Lembar