LombokPost - Industri kuliner terus menunjukkan geliat yang luar biasa dengan bermunculannya berbagai tren makanan dan minuman baru.
Namun, di tengah gempuran tren yang serba cepat ini, para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diingatkan untuk tidak terjebak dalam arus FOMO (Fear of Missing Out) atau sekadar ikut-ikutan tren musiman yang cepat meredup.
Ketua Indonesian Chef Association (ICA) BPD NTB Chef Anton Sugiono mengungkapkan bahwa, potensi dan peluang pasar kuliner di Kota Mataram sebetulnya masih terbuka sangat lebar.
Baca Juga: Kolaborasi Chef dan Pengusaha Lokal, Komoditas Udang Dipromosikan di HUT NTB ke-67
Kehadiran kuliner-kuliner yang mendadak viral di media sosial terbukti membawa dampak positif yang signifikan bagi perputaran ekonomi lokal.
"Dampak positifnya tentu bisa meningkatkan perekonomian masyarakat secara umum.
Menariknya, untuk memulai bisnis kuliner viral ini tidak selalu harus menggunakan modal yang besar. Siapa pun bisa mengambil peluang ini," ujar Chef Anton.
Kendati demikian, tantangan terbesar dari bisnis kuliner yang mengandalkan keviralannya adalah menjaga keberlanjutan usaha ketika masa trennya mulai melandai.
Baca Juga: 20 Warga Miskin Mataram Dilatih Chef Bintang, Pulang Bawa Alat dan Modal Usaha Gratis!
Seringkali, sebuah gerai ramai di awal karena masyarakat penasaran, namun sepi di kemudian hari.
Menurut Chef Anton, kunci utama agar bisnis kuliner mampu bertahan dalam jangka panjang dan tidak sekadar menjadi fenomena musiman terletak pada kualitas fundamental produk itu sendiri.
"Kuncinya adalah konsistensi rasa. Itu yang paling utama. Kemudian yang kedua, pelaku usaha harus tetap kreatif memberikan paket-paket atau promo menarik secara berkala agar konsumen tidak bosan dan selalu punya alasan untuk kembali membeli," jelasnya.
Baca Juga: BI dan Bulog NTB Gelar Lomba Masak Beras SPHP, Finalis Master Chef Indonesia Session 6 Jadi Jurinya
Sinergi antara pemanfaatan momentum digitalisasi untuk menciptakan keviralan dan komitmen menjaga cita rasa dinilai akan menjadi fondasi kokoh bagi pengusaha kuliner di Mataram agar dapat terus eksis, naik kelas, dan berkontribusi terhadap sektor pariwisata berbasis gastronomi di Bumi Gora. (nur/r3)
Editor : Redaksi Lombok Post Online