Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Curahan Hati I Gusti Bagus Yoga Adi Sapta Bekerja di Kapal Pesiar, Rasa Kangen Keluarga Terus Menghantui

Lombok Post Online • Minggu, 27 Juli 2025 | 17:31 WIB

 

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost - Bekerja di kapal pesiar tidak seindah yang dibayangkan.

Gaji puluhan juta per bulan plus bisa keliling dunia. Tapi jauh dari keluarga dan merasakan homesick adalah  tantangan tersendiri.

Itulah yang dirasakan I Gusti Bagus Yoga Adi Sapta selama 16 tahun bekerja di hotel terapung. Paling Berat Harus Balik Kerja dengan Meninggalkan Istri setelah Melahirkan.

I Gusti Bagus Yoga Adi Sapta baru sebulan menemani sang istri melahirkan. Tapi karena jatah libur habis, tidak ada pilihan lain. Dia harus cepat-cepat kembali ke tempat kerja. Yaitu kapal pesiar bernama Oceania Crusie Line. Apalagi tugasnya sebagai room boy sangat dibutuhkan.

"Saya terpaksa harus cepat balik. Rasanya berat sekali," tuturnya kepada Lombok Post.

Yoga, sapaan karib I Gusti Bagus Yoga Adi Sapta sudah lama bekerja sebagai anak buah kapal di kapal pesiar. Dia mulai bekerja di hotel terapung itu sejak 2008. Saya itu usianya baru 19 tahun.

Dia memberanikan diri untuk melamar kapal pesiar setelah lulus D-1 di Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram. Setelah melalui serangkaian tes, dia dinyatakan diterima. "Saya tentu senang sekali. Apalagi sejak awal ingin sekali kerja di kapal pesiar," ujarnya.

Saat penempatan awal dia dikontrak di Royal Carribean Cruise Line. Di kapal pesiar ini, dia mulai bekerja sebagai petugas laundry dengan gaji sekitar Rp 10 juta.

Pada 2009 dia mendapat promosi sebagai room boy. Gajinya pun makin meningkat. Hingga 2017 dia mendapatkan gaji bersih sebagai room boy hingga Rp 35 juta per bulan.

Pada 2017 dia pindah perusahaan kapal bernama Oceania Crusie Line. Di kapal itu dia kembali menjadi room boy. Setahun kemudian atau 2018, Yogi naik jabatan menjadi house keeping supervisor. Tentu saja disertai dengan peningkatan gaji. Kala itu dia mampu mengumpulkan gaji sampai Rp 60 juta per bulan.

Tapi saat itu dia harus mengatur waktu agar bisa mendampingi istrinya, Iva Liestiar Mayolli, yang akan melahirkan anak pertama. "Saya berpikir bagaimana pun caranya harus pulang untuk menemani istri melahirkan," ujarnya.

Beruntung, Yogi bisa sampai Mataram tepat saat istrinya akan melahirkan. Dia merasa bahagia karena bisa langsung menyaksikan kelahiran buah hatinya. "Apalagi ini anak pertama. Rasanya senang sekali," ungkapnya.

Namun waktu untuk dia mendampingi istrinya tidak lama. Karena waktu libur selama sebulan sudah habis. "Jadi sebulan setelah istri melahirkan saya harus balik bekerja. Rasanya sedih sekali," ungkapnya.

KELILING DUNIA: I Gusti Bagus Yoga Adi Sapta berfoto dengan latar belakang kapal pesiar Oceania Crusie Line (kanan) tempatnya bekerja dulu.
KELILING DUNIA: I Gusti Bagus Yoga Adi Sapta berfoto dengan latar belakang kapal pesiar Oceania Crusie Line (kanan) tempatnya bekerja dulu.

Jabatan sebagai house keeping supervisor diemban hingga akhir masa kerjanya pada 2024. Yogi pun mengajukan pensiun dini dari kapal pesiar. Karena merasa tidak tahan lagi jauh dari anak dan istri. Rasa kesepian begitu menyiksa dirinya.

"Sekarang sudan merintis karir dari nol lagi sebagai pengajar di bidang pariwisata," imbuhnya.

Bukan hanya rindu keluarga. Tantangan lain juga karena jam kerja di kapal pesiar  sangat panjang. Banyak posisi di kapal pesiar mengharuskan pekerja bekerja berjam-jam setiap hari dengan sedikit waktu istirahat.

Tantangan lainnya karena tekanan kerja yang tinggi dengan sejumlah target pekerjaan. Hal itu untuk memenuhi standar kualitas pelayanan yang tinggi ke tamu.

Meskipun banyak tantangan, Yoga bersyukur pernah merasakan pengalaman yang berharga itu. "Apalagi ini adalah pilihan pribadi saya," tandas pria kelahiran 12 September 1987 itu. (UMAR WIRAHADI, Mataram/r3)   

Editor : Pujo Nugroho
#anak buah #kelahiran #keliling dunia #Kapal Pesiar #kerja