LombokPost - Di tengah pesona pantai dan kemegahan Gunung Rinjani, Lombok kini memancarkan daya tarik baru yang berpotensi menjadi magnet pariwisata kelas dunia: Yoga dan Wellness Tourism.
Geliat aktivitas yoga di Lombok, dari studio di Mataram hingga retreat internasional di Gili dan Mandalika, mengindikasikan pergeseran tren wisatawan yang mencari ketenangan dan kesehatan, membuka peluang ekonomi bernilai puluhan hingga ratusan miliar rupiah per tahun.
Yoga telah melampaui sekadar olahraga, bertransformasi menjadi daya tarik wisata utama yang sejalan dengan tren global wellness tourism.
Wisatawan kini tidak lagi hanya puas bersantai, tetapi juga berburu lokasi untuk memulihkan stres, menenangkan pikiran, dan menyehatkan tubuh secara holistik—sebuah ceruk pasar yang sedang tumbuh pesat.
Geliat Komunitas dan Pusat Yoga di Destinasi Flagship
Lombok dengan cepat memposisikan diri sebagai pusat yoga baru di Asia Tenggara. Buktinya terlihat dari menjamurnya fasilitas bertaraf internasional.
Gili Trawangan dan Gili Air telah lama menjadi tujuan favorit mancanegara, dengan Gili Yoga dan H2O Yoga & Meditation Center sebagai ikon ketenangan.
Kuta Mandalika tak ketinggalan, dengan hotel seperti Xanadu Surf & Yoga Hotel serta studio lokal seperti Ashtari Yoga, Mana Yoga, dan Shanti Yoga Lombok yang rutin menawarkan kelas harian dan retreat bertema kesehatan.
Di ibu kota, Mataram, studio seperti Namaha Yoga dan Space52 aktif menyelenggarakan kelas rutin, didukung oleh komunitas lokal seperti PPYNI NTB yang bahkan menggelar Yoga Camp dan bakti sosial di kawasan wisata alam.
Peluang Ekonomi Ratusan Miliar Rupiah
Potensi ekonomi dari sektor ini sangat menjanjikan. Dengan kunjungan wisatawan ke NTB yang mencapai 1,9 juta orang sepanjang 2023 (data BPS), diperkirakan ada puluhan ribu pengunjung yang berpotensi mengikuti kelas atau retreat yoga setiap tahunnya.
Dengan rata-rata belanja wisatawan yoga yang cenderung tinggi—mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah per orang—Muhammad Mujahid Dakwah, akademisi FEB Unram dan Dewan Pengawas DMO Senggigi, memproyeksikan nilai ekonomi dari yoga tourism ini berpotensi mencapai puluhan hingga ratusan miliar rupiah per tahun.
Ikon Baru Wellness Global
Muhammad Mujahid Dakwah menegaskan, yoga harus diakui sebagai ikon baru pariwisata Lombok.
Modal kuatnya sudah tersedia: lanskap alam yang tenang, pantai tropis yang memesona, serta budaya lokal yang kaya nilai spiritual.
“Lombok memiliki modal kuat untuk mengembangkan yoga sebagai produk unggulan wellness tourism. Selain mendukung kesehatan wisatawan, yoga juga mampu memperkuat citra Lombok sebagai destinasi wellness kelas dunia,” ujar Mujahid.
Jika dikelola secara serius melalui kolaborasi erat antara pemerintah, pelaku pariwisata, dan komunitas lokal, yoga dapat bertransformasi dari sekadar aktivitas tambahan menjadi motor penggerak identitas baru pariwisata Lombok.
Lombok tidak hanya bisa dikenal sebagai pulau indah, melainkan sebagai “Island of Wellness” atau pulau penyembuhan diri, tempat di mana wisatawan menemukan ketenangan, kesehatan, dan kebahagiaan seutuhnya.
Proyeksi ini menempatkan Lombok sebagai salah satu pusat yoga unggulan di Asia Tenggara, menjanjikan masa depan pariwisata yang lebih tenang, berkualitas, dan berkelanjutan.
Editor : Kimda Farida