Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sekali Scan, Semua Beres! Ada 493.134 Pengguna Aktif, 386.132 Merchant Terdaftar

Lombok Post Online • Sabtu, 1 November 2025 | 14:49 WIB

 

CASHLESS: Seorang pembeli membayar belanjaannya menggunakan QRIS  di salah satu ritel modern di Kota Mataram, Jumat (31/10).
CASHLESS: Seorang pembeli membayar belanjaannya menggunakan QRIS  di salah satu ritel modern di Kota Mataram, Jumat (31/10).

LombokPost - Kebiasaan bertransaksi tanpa uang tunai bukan lagi tren sesaat, melainkan bagian dari keseharian yang melekat di setiap lapisan masyarakat.

Dari warung kopi pinggir jalan hingga kafe modern, kini semua cukup dengan satu langkah sederhana: scan, bayar, beres.

Perlahan tapi pasti, uang tunai mulai kehilangan dominasinya.

Masyarakat kini kian terbiasa menggunakan QRIS, e-wallet, dan aplikasi perbankan digital untuk bertransaksi mulai dari membeli jajanan di sekolah, membayar parkir, hingga berbelanja di pasar tradisional.

Fenomena ini menandai lahirnya budaya baru: cashless society, di mana efisiensi, keamanan, dan kemudahan menjadi alasan utama perubahan perilaku ekonomi masyarakat, termasuk di Pulau Lombok, Provinsi NTB.

Di sejumlah tempat, papan kecil bertuliskan “Terima Pembayaran QRIS” kini mudah ditemukan, salah satunya di Desa Wisata Hijau Bilebante.

Divisi UMKM Pokdarwis Desa Wisata Hijau Bilebante, Zainab, mengatakan transaksi digital semakin mempermudah mereka karena banyak wisatawan yang datang ke destinasi wisata Bilebante tidak membawa uang tunai.

“Awalnya sempat takut pakainya, tapi ternyata lebih memudahkan,” ujarnya.

Owner UMKM Tapona Food ini mengatakan, sebagai pelaku UMKM juga harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi pembayaran saat ini.

Kehadiran QRIS justru semakin mempermudah penjualan produk miliknya, terutama ketika mengikuti event-event besar maupun bazar.

Penggunaan QRIS dirasa lebih aman dan nyaman karena tidak perlu lagi repot harus ke bank untuk menyetor hasil penjualannya.

Baca Juga: Kabar Baik, QRIS Bisa Dipakai di Tiongkok, Berlaku Dua Arah untuk Inbound dan Outbound

“Kami sodorkan dan bilang pakai ini (QRIS, Red) saja. Oh ibu bisa? Jadi biarpun emak-emak udah bisa main QRIS,” tandasnya.

Transformasi menuju transaksi digital ini tidak hanya dirasakan oleh pedagang, tetapi juga generasi muda.

Mahasiswa dan pekerja kantoran di Mataram mengaku nyaris tidak pernah membawa uang tunai.

“Sekarang kalau lupa bawa dompet tidak masalah, yang penting HP jangan ketinggalan,” kata Vita, alumni Universitas Mataram yang mengandalkan e-wallet untuk hampir semua aktivitas finansialnya.

Bank Indonesia mencatat, jumlah transaksi QRIS meningkat tajam.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) NTB Hario K Pamungkas menyebut, QRIS merupakan solusi revolusioner yang menawarkan transaksi cepat, mudah, murah, aman, dan andal.

"Kami mendorong budaya cashless yang menjadi ciri masyarakat modern," jelas Hario.

Data menunjukkan betapa kuatnya adopsi QRIS di NTB. Hingga semester I 2025, tercatat 493.134 pengguna aktif QRIS.

Pertumbuhan juga terlihat pada penyedia layanan, di mana jumlah merchant yang telah terdaftar dan menggunakan QRIS mencapai 386.132.

Sementara untuk volume transaksi QRIS secara harian di NTB telah menembus angka Rp 30,87 juta.

“Pertumbuhannya bahkan menjangkau pelosok dan sektor informal,” sambungnya.

Menurutnya, angka ini mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap sistem pembayaran digital, sekaligus kesiapan NTB menyongsong transformasi ekonomi berbasis teknologi.

Peningkatan penggunaan QRIS dinilai membawa dampak positif, terutama bagi para pelaku UMKM.

Baca Juga: BI NTB Tingkatkan Digitalisasi Keuangan Masyarakat dengan QRIS Experience

Berbagai upaya dilakukan Bank Indonesia untuk memperkenalkan keuangan digital kepada masyarakat, salah satunya melalui Pekan QRIS Nasional (PQN).

“Kami ingin mengajak masyarakat NTB menjadikan pembayaran digital sebagai kebiasaan sehari-hari. Ini bukan hanya soal kemudahan bertransaksi, tetapi juga tentang membangun fondasi ekonomi digital yang inklusif, aman, dan berkelanjutan,” jelas Hario.

Selain PQN, upaya lain yang dilakukan melalui kegiatan QRIS Jelajah Indonesia (QJI). Tahun ini, QJI diperluas menjadi QRIS Jelajah Budaya Indonesia 2025 Bali Nusra yang digelar di Desa Wisata Hijau Bilebante.

BELI OLEH-OLEH: Seorang wisatawan membeli oleh-oleh dan membayar dengan pembayaran digital di Desa wisata Sade, Lombok Tengah, belum lama ini
BELI OLEH-OLEH: Seorang wisatawan membeli oleh-oleh dan membayar dengan pembayaran digital di Desa wisata Sade, Lombok Tengah, belum lama ini

Sebagai bentuk dukungan terhadap pariwisata, BI NTB menghadirkan QRIS TAP dan QRIS Crossborder untuk UMKM di perhelatan MotoGP Mandalika 2025 pada 3-5 Oktober lalu. Dari event tersebut, BI NTB mencatatkan total volume transaksi QRIS TAP maupun QRIS pindai sebanyak 1.852 kali.

Selain QRIS TAP, BI NTB juga memperkenalkan QRIS Crossborder kepada wisatawan mancanegara asal Malaysia, Singapura, dan Thailand. Melalui fitur ini, wisatawan dapat melakukan pembayaran langsung menggunakan aplikasi pembayaran negara asal di merchant QRIS yang tersedia. (rur/fer/r3)

Editor : Kimda Farida
#UMKM #Bilebante #Scan #Lombok #QRIS