LombokPost – Bersepeda bukan lagi sekadar tren musiman, melainkan sebuah "resep" kesehatan jantung yang terbukti mujarab.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr. Yusra Pintaningrum, menyambut antusias fenomena ini, bahkan melihat sisi positif dari Fear of Missing Out (FOMO) dalam berolahraga.
Ia memberikan dukungan penuh terhadap tren yang kian marak ini. Platform seperti Strava yang merekam setiap kayuhan menjadi semacam 'piala digital' yang memicu semangat bergerak bagi banyak orang.
“Saya senang sekali, FOMO olahraga justru bagus sekali, membuat orang jadi terpacu ketika melihat teman-temannya hidup lebih sehat,” terangnya.
Mesin Kebugaran di Atas Dua Roda
Dr. Yusra menjelaskan secara rinci bagaimana sepeda bekerja layaknya gym kardiovaskular pribadi. Bersepeda rutin secara signifikan berdampak positif pada sistem kardiovaskular.
Manfaat Utama Bersepeda Bagi Jantung:
Elastisitas Pembuluh Darah: Rutinitas gowes meningkatkan elastisitas pembuluh darah, yang secara langsung membantu menurunkan tekanan darah.
Penguatan Otot Jantung: Aktivitas ini melatih otot jantung, berpotensi menurunkan denyut nadi istirahat ke tingkat yang lebih sehat.
Profil Kolesterol Ideal: Bersepeda membantu menurunkan kolesterol jahat (LDL) serta trigliserida, sembari meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL).
Secara keseluruhan, bersepeda adalah investasi jangka panjang untuk mencegah penyakit kardiovaskular mematikan, termasuk serangan jantung.
Resep Dokter: 30 Menit, 3-5 Kali Seminggu
Dokter Yusra memberikan resep konkret untuk meraih manfaat maksimal: “Bersepeda selama 30–45 menit, 3–5 kali seminggu secara efektif dapat menurunkan risiko penyakit jantung.”
Namun, agar tren ini menjadi kebiasaan sehat berkelanjutan, bukan sekadar ikut-ikutan, dr. Yusra membagikan tiga kiat ampuh.
Cari Motivasi Internal: Rasakan sendiri tubuh menjadi lebih segar, kuat, dan berat badan turun sebagai reward alami.
Bangun Komunitas: Ajak keluarga atau bergabunglah dengan komunitas agar olahraga tidak terasa sepi dan tidak mudah bosan.
Posting di Medsos Itu 'Halal': Jangan ragu memamerkan catatan olahraga di media sosial, karena itu justru menjadi pemicu positif bagi orang lain untuk mulai bergerak.
Waspada Intensitas Berlebih: Jaga Detak Jantung di Zona Aman
Meskipun olahraga sangat dianjurkan, dr. Yusra memberikan peringatan penting: “Sesuatu yang berlebihan tidak disarankan.”
Bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung, hipertensi, atau kolesterol tinggi, olahraga dengan intensitas terlalu berat justru bisa membahayakan.
Untuk menjaga jantung tetap stabil saat gowes, ia menyarankan fokus pada intensitas ringan hingga sedang.
Cara mengukurnya adalah dengan menghitung Maksimal Heart Rate (MHR), yaitu 220 dikurangi usia Anda.
Intensitas Ringan: 50-60% dari MHR.
Intensitas Sedang: 60-75% dari MHR.
Selain itu, pemanasan dan pendinginan wajib menjadi bagian dari rutinitas untuk mengatur aliran darah secara bertahap.
Bagi yang baru memulai, terutama di atas 40 tahun, dr. Yusra berpesan: jadikan olahraga menyenangkan, bisa sambil mengunjungi tempat wisata, dan yang terpenting, lakukanlah dengan hati yang senang. (yun/r3)
Editor : Kimda Farida