Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Daya Ungkit Ekonomi Pasar Rembiga Ditarget 5 Persen

Lalu Mohammad Zaenudin • Rabu, 6 September 2023 | 19:31 WIB

 

Masyarakat asyik melihat-lihat sambil berbelanja ikan hias di pasar Rembiga, Mataram.
Masyarakat asyik melihat-lihat sambil berbelanja ikan hias di pasar Rembiga, Mataram.

 

 

LombokPost-Daya ungkit ekonomi ditargetkan naik 5 persen dari sektor perikanan. Salah satunya melalui pasar Rembiga yang saat ini menjadi sentra penjualan ikan hias.

Sebelumnya, pasar Rembiga menjadi solusi menjamurnya penjual ikan hias di trotoar-trotoar jalan. “Mereka memenuhi bahu jalan, sehingga pejalan kaki terganggu saat melintas,” kata Kepala Dinas Perikanan Kota Mataram Irwan Harimansyah, Senin (5/9).

Revitalisasi pasar oleh dinas perdagangan. Puluhan lapak dibangun untuk menampung pedagang ikan hias. “Sudah sekitar dua bulan ini berjalan,” jelasnya.

Sekalipun belum diresmikan, pedagang dan komunitas menunjukkan minatnya berjualan di sana. Sekitar 40 pedagang ikan hias mengisi lapak-lapak yang tersedia. “Masih ada yang menghubungi dari komunitas dan sudah saya arahkan menghubungi dinas perdagangan,” terangnya.

Ke depan pasar itu diharapkan beroperasi sampai malam hari. “Perputaran uang di usaha ikan hias ini besar,” ujarnya.

Secara umum sektor perikanan menyumbang 20 persen ekonomi masyarakat. Dominasi, masih dipegang sektor bisnis dan jasa. “Antara 10-20 persen,” katanya.

Jumlah nelayan saat ini sekitar seribu nelayan. Sedangkan buruh nelayan 500 orang. Hasil kerja nelayan bersama buruh menyuplai kebutuhan UMKM dan usaha kecil lainnya.

Irwan berharap sumbangsih ekonomi sektor perikanan bisa lebih besar lagi ke depan. “Kalau bicara anggaran yang kami kelola saat ini sekitar Rp 6 miliaran,” tuturnya.

Peningkatan diharapkan antara lain melalui penambahan proporsi anggaran. Selain itu, intervensi lainnya dapat dilakukan melalui Pokok Pikiran (Pokir) anggota dewan.

“Membantu nelayan kita memperoleh perahu dan alat tangkap memadai. Atau untuk pengembangan sektor air tawar dapat dibantu melalui penyediaan pakan gratis,” urainya.

Daya ungkit keekonomian sektor perikanan juga dapat ditingkatkan melalui kampanye gemar makan ikan. Dengan adanya permintaan ikan yang meningkat dampaknya ke kesejahteraan bagi nelayan. 

“Kalau ada permintaan meningkat, suplai meningkat, terjadi transaksi jual beli meningkat, perputaran uang juga meningkat,” ujarnya.

Sekretaris Komisi 2 Bidang Perekonomian DPRD Kota Mataram Rino Rinaldi memuji terobosan yang dilakukan dinas perikanan dan dinas perdagangan. Revitalisasi pasar Rembiga sebagai pusat penjualan ikan hias langkah yang layak diapresiasi.

“Semua pedagang ikan hias bisa dilokalisir di satu tempat, masyarakat bisa dengan mudah menemukannya,” katanya.

Jika pasar Rembiga berhasil menjadi sentra strategis bukan tidak mungkin ada pasar lain yang dibangun. Dengan tujuan dan peruntukan sama. “Tetapi yang lebih penting jangka panjangnya, kami mulai berpikir pasar ikan hias ini mesti diintervensi melalui penataan agar menjadi salah satu tujuan wisata,” harapnya. (zad)

Editor : Redaksi Lombok Post
#Dinas Perikanan #ikan hias #pasar #Ekonomi #Mataram #Rembiga