Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tebarkan Dakwah, Masjid Jalan Cahaya Hadirkan Tokoh Inspiratif Peggy, Oki, hingga Koh Dennis (1)

Miq Ade • Senin, 9 Oktober 2023 | 09:00 WIB
Herman Husdiawan atau akrab disapa kak Wawan
Herman Husdiawan atau akrab disapa kak Wawan
 
LombokPost--LAMPU diredupkan dan akhirnya padam. Ratusan audiens yang sudah tak sabar, menyalakan lighting smartphone. Kompak mengarahkan cahayanya ke podium Gedung Bir Ali, Asrama Haji, Kota Mataram.
 
"Kita sambut Koh Dennis dan Teh Yunda!" seru MC membawakan acara, Sabtu (7/10). 
 
Dua orang berjalan dengan santun. Naik ke panggung dan duduk di sofa kosong. Dua bintang tamu yang ditunggu. Melegakan penantian ratusan peserta 'Ngaji dan Amal Bareng Koh Dennis'.
 
Lampu kembali dinyalakan. Wajah dua orang, satu bercadar dan satu lagi khas keturunan Tionghoa terlihat jelas. Wajah yang viral di podcast-podcast YouTube dan meramaikan isi pemberitaan media nasional itu, kini duduk di hadapan peserta. 
 
Momen yang langka. Sambutan pun luar biasa. Peserta yang sebagian besar penggemar Koh Dennis, menyalakan media sosial masing-masing. Mengaktifkan mode live streaming. Ramai-ramai mengabarkan ke teman di media sosial, sedang ngaji langsung ke Koh Dennis. 
 
Khusnul Khatimah tersenyum. Ia bahagia -- sekalipun acara baru dimulai -- para peserta gembira bertemu tokoh inspiratifnya. Siapa Khusnul? 
 
"Iya (saya ketua panitia acaranya)," katanya ramah saat diajak berbincang Lombok Post. 
 
Di acara itu, Khusnul bertugas sebagai ketua panitia. Tetapi di kelembagaan perannya tak kalah strategis. Dia wakil pengasuh. 
 
Suaminya, Herman Husdiawan atau yang lebih populer dipanggil Kak Wawan 'Kerajaan Dongeng' adalah pengasuh lembaga Masjid Jalan Cahaya. "Kami menggunakan nama pengasuh karena ingin menempatkan diri sebagai orang tua yang menjaga dan merawat anak-anak kami," ujarnya. 
 
Siapa anak-anak yang dimaksud? 
 
Masjid Jalan Cahaya adalah lembaga yang bergerak dalam misi pendidikan dan sosial keagamaan. Mereka punya sejumlah anak didik yang disebut sebagai santri. 
 
"Kami ada santri huffaz atau penghafal Alquran," ujarnya. 
 
Selain berada di gerakan sosial, aksi Masjid Jalan Cahaya salah satunya menempatkan diri sebagai orang tua bagi anak-anak yatim piatu. Memberikan santunan hingga biaya pendidikan bagi anak-anak yang tidak mampu itu.
 
Selain misi pendidikan dan sosial keagamaan, lembaga ini juga menjadi semacam event organizer (EO). Mengadakan pengajian-pengajian yang menghadirkan tokoh inspiratif nasional. Dua tahun eksis, selama itu berbagai event nasional telah sukses dilaksanakan. 
 
"Selain event skala nasional, kami juga masuk dalam program amal pendidikan. Dan segala sesuatu yang bisa memberi inspirasi dan ilmu," jelasnya. 
 
Khusnul mengistilahkan gerakan Masjid Jalan Cahaya, sebagai kegiatan dari leher ke atas. "Segala sesuatu yang menyangkut mindset dan motivasi," jelasnya. 
 
Sekalipun nama lembaganya Masjid Jalan Cahaya tetapi sampai saat ini belum punya masjid. "Itu cita-cita kami, semoga suatu saat nanti kami berhasil membangun sebuah masjid," ungkapnya. 
 
Namun sekalipun belum punya masjid secara fisik, kegiatan-kegiatan pengajian yang menghadirkan tokoh inspiratif nasional telah banyak digelar. "Sebelum koh Dennis, kami juga telah menghadirkan kajian oleh Peggy Melati Sukma, kemudian Oki Setiana Dewi juga pernah kita hadirkan," tuturnya. 
 
Khusnul mengungkapkan tujuan menghadirkan tokoh-tokoh inspiratif itu untuk membangkitkan optimisme hidup setiap orang. Berproses untuk terus menjadi lebih baik lagi. 
 
"Dan seperti sekarang (kemarin, Red) kami mengambil tema dari kegelapan menuju cahaya, bagaimana sebelumnya seorang Koh Dennis yang banyak orang tahu melalui podcast di YouTube, sampai menemukan titik balik menjadi lebih baik," jelasnya.
 
Khusnul mengatakan, ada pelajaran berharga di balik perjalanan kisah tokoh-tokoh inspiratif itu. Pergulatan batin yang hebat sampai akhirnya kemewahan dan kemegahan dunia yang mereka dapatkan, ternyata tidak mampu menghadirkan kehidupan yang tenang dan damai. 
 
"Pada dasarnya di diri kita masing-masing, memiliki situasi yang kurang lebih sama tetapi dengan peristiwa yang berbeda," ujarnya. 
 
Khusnul mengatakan, tidak ada manusia yang terlepas dari pergulatan batin. Semua orang pernah mengalami sisi gelap dalam hidup. Namun, tidak semua orang mampu mengambil keputusan yang benar untuk menjadikan sisi gelap hidupnya sebagai titik balik menuju jalan cahaya (baca: kebenaran). 
 
"Mudah-mudahan melalui pertemuan singkat ini bisa memberi inspirasi (bagi peserta) bahwa bagaimanapun gelapnya kehidupan kita sekarang, belajarlah dari koh Dennis yang dari sisi dunia sudah mendapatkan semua tetapi ternyata belum bisa hidup tenang dan akhirnya mengambil jalan yang lebih baik melalui tuntunan agama," urainya panjang lebar. 
 
Selain menghadirkan tokoh inspiratif, Masjid Jalan Cahaya juga punya program mengasuh keluarga. "Kita punya event yang sifatnya amal pendidikan, kemudian menghadirkan tokoh parenting yang bicara mengasuh anak," rincinya. 
 
Tema yang dibahas juga kekinian. Isu-isu yang tengah menjadi pembahasan dunia seperti LGBT, Bullying, dan lain sebagainya. Dibahas secara jernih dan dalam perspektif Islam. 
 
"Mudah-mudahan bisa menjadi cahaya ilmu bagi orang-orang di Lombok," doanya. (bersambung)
 
Editor : Kimda Farida
#Koh Dennis #cahaya #parenting #Kerajaan dongeng #Kak wawan #islam #Mataram #Masjid Jalan Cahaya #Yunda