LombokPost-Program Jumpai Masyarakat Selesaikan Aneka Persoalan Masyarakat (Jumat Salam) menyapa warga Kota Mataram, Jumat (17/11).
Usai mengikuti kegiatan yang dipusatkan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pagutan Timur, Dinas Koperasi UKM NTB menyambangi Kelurahan Punia yang menjadi daerah binaan.
Lurah Punia Lalu Suyudiningrat mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi adanya program Jumat Salam ini.
”Kami berharap OPD di provinsi bisa memahami kebutuhan kami di masyarakat,” ujarnya.
Kelurahan Punia dihuni sekitar 8.000 lebih masyarakat.
Tersebar di lima lingkungan. Yakni Punia Jamaq, Punia Saba, Karang Timbal, Karang Teteng, dan Karang Kelayu. Sebagian besar masyarakat berprofesi sebagai pedangang.
”Alhamdulillah masyarakat disini tidak masuk dalam zona merah kemiskinan ekstrem. Walaupun masih ada satu atau dua warga yang masuk dalam kategori miskin ekstrem. Untuk PAD dari serapan pajak mencapai 90 persen,” katanya.
Suyudi juga berharap ada keseimbangan antara kontribusi PAD dengan fasilitas yang memadai.
Dengan adanya fasilitas penunjang yang lengkap maka PAD yang terserap bisa lebih maksimal.
Terlepas dari persoalan tersebut, sektor UKM yang ada di Kelurahan Punia sudah berkembang. Pihaknya sudah kerap mendapatkan program pelatihan dari dinas terkait di Mataram.
Sedangkan untuk koperasi, Kelurahan Punia sudah memiliki tiga koperasi yang aktif. Yakni Koperasi di Karang Timbal, Punia Jamaq, dan Karang Kelayu.
Untuk lebih detailnya Suyudi akan membuat laporan terkait apa saja persoalan yang dihadapi di kelurahan yang bisa disinergikan bersama dengan OPD provinsi. Karena persoalah kelurahan lebih cepat diselesaikan jika ada campur tangan seluruh pihak.
Lebih lanjut, Suyudi mengatakan Kelurahan Punia masih membutuhkan sejumlah sarana dan prasarana.
Khususnya untuk mengatasi persampahan. Seperti kendaraan pengangkut sampah. Idealnya ada lima motor pengangkut sampah, karena kelurahan terbagi dalam lima lingkungan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Koperasi UKM NTB Ahmad Masyhuri mengatakan, Jumat Salam di Kota Mataram kali ini bertujuan untuk memastikan penanganan persoalan yang masih terjadi.
Khusus untuk daerah perkotaan, masalah sampah dan selokan yang memicu terjadinya genangan air hujan.
”Apalagi di musim hujan seperti sekarang. Kami akan tampung aspirasi kelurahan dan sampaikan ke sekretariat Jumat Salam. Karena apapun persoalannya dari pemprov akan ikut mengatasinya,” jelasnya.
Sekretaris Dinas Koperasi UKM NTB Muhammad Fauzan menyampaikan stunting masih menjadi salah satu prioritas pemprov NTB. Salah satu penyebabnya adalah pernikahan dini. Untuk mencegah terjadinya pernikahan dini dengan cara memberikan mereka kesibukan, seperti membentuk dan mengelola UKM.
”Kami siap membantu dengan cara memberikan pelatihan pelatihan kepada mereka di UPTD Balatkop UKM NTB.
Dengan diberikan kesibukan tentu para generasi milenial tidak akan terpikirkan untuk melakukan nikah dini,” katanya.
Kepala UPTD Balatkop UKM NTB Dikdik Kusnandika menambahkan, pihaknya siap memberikan pelatihan kepada masyarakat melalui UPTD Balatkop UKM.
Jika pelaku UKM di Kelurahan Punia berminat untuk meningkatkan kompetensinya di bidang pangan atau digital marketing.
”Kami siap memfasilitasi baik pelatihan di daerah sendiri maupun ke luar daerah seperti Surabaya, Bali, Makassar dan bersertifikat nasional, diberikan pelatihan dan fasilitas secara gratis,” pungkasnya. (puj/r12)
Editor : Marthadi