LombokPost--Di tahun anggaran 2024, pantai Boom, Ampenan, Kota Mataram bakal direvitalisasi lagi. Sudah ada gambaran biaya bersumber dari DAK mencapai Rp 4,5 miliar.
Rencana ini mendapat atensi serius dari kalangan dewan. Mereka mengingatkan Dinas Pariwisata (Dispar) lebih hati-hati dalam membuat perencanaan desain penataan.
“Masih ingat bangunan lapak Wisata Kuliner yang tidak terpakai sejak selesai dibangun hingga kini ditata ulang lagi itu kan? Nah jangan sampai itu terjadi lagi dengan rencana penataan nanti,” kata Anggota DPRD Kota Mataram dari Dapil Ampenan Ahmad Azhari Gufron, Kamis (30/11).
Politisi PAN itu menyarankan, Dispar segera mengekspose pada dewan dan publik seperti apa bentuk penataan nanti. Hal ini penting, berkaca pada kasus bangunan Wisata Kuliner yang ogah ditempati para pedagang sejak tahun 2019.
Begitu pula pada konsep penataan lapak UMKM di sepanjang pantai Boom. Banyak yang ogah menempati lapak-lapak yang letaknya di belakang atau dianggap tidak strategis.
“Kami sendiri belum pernah diberikan ekspose (desain) penataan fisiknya seperti apa,” ungkapnya.
Idealnya, Gufron menilai hal itu perlu dilakukan. Agar publik melalui dewan dapat memberikan masukan terkait tata letak penataan. “Sehingga kami bisa mengawal saat dilakukan pembangunan hingga dilakukan penataan dengan catatan masukan dari publik diakomodir dulu,” ujarnya.
Pihaknya belum mendapat kabar lebih lanjut, terkait ekspose penataan yang pernah dijanjikan Dispar dengan pedagang di sana. Jika belum, ia menyarankan disegerakan sehingga pembuatan desain penataan lebih ideal.
“Jangan sampai, jangankan wisatawan tertarik masuk, pedagang di sana juga tidak mau menempati, kan masalah,” ujarnya.
Di satu sisi, Gufron mengapresiasi kemampuan Dispar dalam melobi anggaran-anggaran pusat. Nilainya pun fantastis mencapai miliar rupiah untuk berbagai proyek penataan di ibu kota.
“Seharusnya kemampuan yang bagus itu diikuti juga dengan eksekusi yang baik,” harapnya.
Terpisah, Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi mengatakan, penataan objek wisata Pantai Boom menduplikasi konsep kearifan lokal Kota Tua di kawasan itu. “Kami sedang menyusun masterplan dan Detail Engineering Design (DED) penataan secara masif objek wisata Pantai Ampenan, agar layak menjadi sebuah destinasi wisata unggulan yang aman, nyaman, dan indah,” katanya.
Pembuatan DED, telah disiapkan anggaran Rp 90 juta. Hasilnya nanti akan menjadi acuan usulan bantuan dana dari Kementerian Pariwisata. “DED revitalisasi Pantai Ampenan yang kita buat, akan menjadi dasar pengajuan permohonan bantuan anggaran ke pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata tahun depan,” ungkapnya. (zad)
Editor : Hidayatul Wathoni