LombokPost-Tim rescue bersama warga terus melakukan pencarian Bilal Al Farabi (3 tahun). Hingga Selasa 5 Desember 2023 pukul 17.00 WITA jejak keberadaan Bilal Al Farabi masih belum terlacak.
Tim awalnya telah menuntaskan pencarian hingga muara dan laut Ampenan. Tetapi kemudian, kembali mengulangi lagi pencarian dari titik di mana Bilal dikabarkan terjatuh.
“Bilal, Bilal!” warga dan tim rescue yang terdiri dari BPBD, Basarnas, Polri, TNI, hingga Tagana memanggil nama bocah itu bergantian, Selasa (5/12).
Alat penyelaman juga dikerahkan melacak keberadaan Bilal di saluran, sungai, hingga muara. Pun warga juga memukul benda-benda piring, gelas, kayu untuk mengirim suara-suara pada Bilal.
Anggota Tagana Fathur Rahman menuturkan insiatif pencarian juga dilakukan ke sisi selatan dan utara muara sungai Jangkuk. “Di sini, pas di orong Kuranji Mapak dan Jeranjang. Sebentar ke Utara,” katanya.
Perluasan pencarian dengan membaca arah arus sungai saat masuk ke laut Ampenan. “Di sini kita mengambil posisi maledan bahasa nelayan Sasak yang artinya aliran air yang membawa sampah ke sungai,” katanya.
Ada potensi Bilal terseret bersamaan dengan aliran maledan ini. “Saran yang diberikan nelayan juga kita ikuti,” imbuhnya.
Pemantauan dilakukan hampir seharian. Tapi jejak Bilal seperti belum ada tanda-tanda.
Asisten 1 Setda Kota Mataram Lalu Martawang memastikan, pihaknya melalui BPBD masih berupaya keras mencari Bilal. “Menggunakan seluruh jaringan kekuatan yang kita miliki untuk mencari Bilal,” ujarnya.
Pencarian menyisir titik-titik potensi arus membawa tubuh Bilal. “Saya sempat tanyakan apakah ada potensi tubuh mengambang, tapi pak Kalak BPBD bilang itu bisa saja terjadi kalau Bilal tersangkut,” ujarnya.
Sepanjang aliran drainase tempat Bilal dikabarkan terpeleset telah ditelusuri. “Betul kita melakukan pencarian sudah sampai muara sungai dan garis pantai,” jelasnya.
Sesuai arahan Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana, pencarian tetap dilakukan secara maksimal. “Ikhtiar ini betul-betul kami lakukan untuk mencari keberadaannya,” tekannya.
Sementara itu dalam rapat bersama TNI, Polri, OPD, dan stakeholder terkait, Aweng -- sapaan bekennya -- menyampaikan gerak langkah bersama mengantisipasi potensi kebencanaan. “Kami juga menyiapkan langkah ke depannya,” ujarnya.
Kecamatan sudah melaksanakan apel siaga. Mengantisipasi intensnya hujan turun. “Kami juga mengimbau pada para orang tua waspada, memantau anak-anaknya terutama yang berada di pinggir sungai,” ujarnya.
Apalagi anak-anak di pinggir sungai Jangkuk, sering mandi di sungai berarus besar itu. Sehingga orang tua harus mengingatkan putra-putrinya dengan kemungkinan arus semakin deras.
“Jadi kita perlu dalam konteks pencegahan itu,” tekannya.
Warga diminta bergotong royong membersihkan lingkungan masing-masing. “Kalau ada sedimentasi bisa ditangani bersama-sama,” ujarnya.
Sementara itu, ibu Bilal, Lely Alfisyah melalui akun media sosialnya berterima kasih atas doa dan kepedulian masyarakat pada anaknya. “Semoga Allah membalas kebaikan teman-teman, berlipat ganda dengan segala kebaikan, insya Allah saya sudah pasrahkan segalanya kepada Allah,” tulisannya.
Baginya apa yang terjadi adalah ketetapan dari Sang Maha Pencipta. Oleh karenanya, ia berterima kasih atas doa siapa saja yang tak pernah putus untuk keselamatan anaknya.
“Semoga Bilal segera pulang, segera ditemukan,” harapnya. (zad)
Editor : Redaksi Lombok Post