Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Menulis Ulang Cerita Epos Putri Mandalika: Libatkan 18 Budayawan dan Tokoh Sepuh Bertutur

Miq Ade • Senin, 11 Desember 2023 | 15:55 WIB
Wisatawan tengah berekreasi di dekat patung putri Mandalika.
Wisatawan tengah berekreasi di dekat patung putri Mandalika.


Usaha Taufan Rahmadi dan dua rekannya layak diapresiasi. Cerita Putri Mandalika yang beredar dalam banyak versi dijahit menjadi satu kisah yang indah.

----

EPOS “Putri Mandalika” adalah karya sastra tersukses di Lombok, bahkan mungkin salah satu yang terbaik di dunia ini. Kisahnya telah menjadi energi yang menggerkan warga Sasak setiap tahunnya.

Perayaan kolosal, melibatkan ratusan ribu bahkan jutaan warga Sasak. Dan telah membuat warga luar Sasak ikut tertarik melebur dalam orkestra karya budaya ini.

Kisah seorang putri raja yang rela menjadi martir demi mengindari pertumpahan darah antar kerajaan yang pangerannya ingin mempersunting dirinya. “Bukankah ini kisah yang luar biasa, energi ceritanya begitu dahsyat dan tak lekang oleh waktu,” kata Taufan Rahmadi, penulis sekaligus ketua tim penyusunan ulang cerita ‘Dende Mandalika: Sang Putri Nyale’, mengungkapkan rasa takjubnya.

Epos ini juga menggerakan warga Sasak lintas generasi. Dari generasi Baby Boomers yang masih hidup saat ini hingga Gen Z yang sangat akrab dengan teknologi.

Mereka berduyun-duyun, memadati tanah lapang dipinggir pantai. Memadati setiap ruas pantai yang diyakini sebagai jalur munculnya cacing laut yang dipercaya jelmaan sang putri.

“Sekalipun Nyale dipercaya muncul pada bulan 10 tanggal 19-20 penanggalan Sasak, tapi warga biasanya telah meramaikan rangkaian acaranya sepekan sebelum mulai acara, bukankah ini energi kisah yang luar biasa?” Ujar pria yang menjadi Tim Akselerasi, Monitoring, dan Evaluasi Pegembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika ini.

Dan yang lebih dahsyat lagi, epos ini tak terbantahkan telah mendunia. Nama ‘Mandalika’ menginsiprasi nama sebuah kawasan ekonomi khusus superprioritas dan sirkuit kebanggaan untuk event motor sport dunia.

“Orang-orang di luar negeri saat ini akrab dangan nama Mandalika, ini brand yang sangat sukses,” pujinya.

Dahsyatnya legenda putri Mandalika telah menginsiprasi ia dan dua rekannya menyusun buku epos Putri Mandalika. “Ada sebanyak 18 budayawan dan tokoh sepuh Sasak yang kami dalami untuk meminta kisah yang beliau-beliau ketehui tentang kisah ini,” ujarnya.

Di luar dugaan, ternyata para sepuh itu punya catatan-catatan kuno dalam bentuk lontar. Lontar itu spesifik bercerita tentang epos sang putri cantik nan jelita itu.

“Beliau-beliau kemudian mengeluarkan lontar-lontar kuno begitu juga keris dan peninggalan purbakala,” tuturnya.

Apa benda purbakala itu dikaitkan dengan cerita Putri Mandalika?

“Iya (berkaitan),” katanya.

Kalau ada bukti purbakala, apa kesimpulannya mengarah putri Mandalika bukan cuma cerita legenda tapi memang kisah nyata?

“Kami hanya berposisi menjahit ulang cerita dari 18 budayawan yang mengetahui cerita ini, apakah cerita ini mau disimpulkan sebagai cerita nyata atau hanya legenda kami tidak masuk ke sana. Kami hanya ingin membukukan cerita yang luar biasa ini,” tegasnya. (bersambung)

Editor : Kimda Farida
#Tokoh #Taufan Rahmadi #epos #putri #Cerita #dunia #Mandalika #Sasak #budayawan #Versi #pantai #Lombok #Nyale #kek