LombokPost-Kolam angsa di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Udayana jadi buah bibir banyak orang. Kolam dengan desain konsep alami itu menyita perhatian ratusan ribu pengguna media sosial.
Dibuat di tengah-tengah kota penataan itu membuahkan hasil memuaskan. Siapa punya ide dan konsep desain?
“Itu ide dari pak Wali,” kata Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi, Minggu (10/12).
Saat itu, Denny menceritakan ia dan Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sedang meninjau RTH di tengah kota tersebut. “Saat sampai di space tanah yang kosong itu, pak wali bilang ‘nanti di sini bangun kolam saja’,” tuturnya.
Denny mengatakan Wali Kota langsung mengungkapkan detail, bagaimana kolam itu didesain. Mengurangi penggunaan semen dan beton agar kesannya menyatu dengan alam.
“Ide bentuknya dari beliau, kami langsung mengeksekusinya,” terangnya.
Keberadaan kolam itu menyatu dengan lingkungan RTH yang banyak pepohonan. “Supaya tidak terkesan menabrak kealamian RTH, kolamnya dibuat alami, pinggirnya dihiasi batu-batu dan rumput-rumput,” jelasnya.
Begitu juga ide melepas angsa berenang di kolam tersebut. “Kami tambahi air mancur dan lampu sorot warna yang menembak pepohonan di sekitarnya. Sehingga pada malam hari bisa dinikmati keindahannya oleh pengunjung,” ujarnya.
Keberadaan kolam itu tidak menggeser kebutuhan fasilitas olah raga BMX. Walaupun dibangun di bekas sirkuitnya.
Ketika ide menata lahan itu, saat itu tempatnya kotor dan dipenuhi belukar. “BMX nya kan digeser ke GOR Turida,” ujarnya.
Semangatnya ditegaskan untuk tetap menjaga kelestarian alam. Di samping itu sebagai upaya memenuhi 30 persen RTH. “RTH kita kan masih kurang, jadi kita hijaukan apa yang bisa dihijaukan,” jelasnya.
Denny menjamin kolam itu aman untuk anak-anak. Kedalaman kolam sekitar 60 cm. “Tapi bukan berarti boleh dipakai berenang, kami pasang imbauan larangan dipakai berenang agar orang tua mengawasi anak-anaknya,” ujarnya.
Alasan menjaga keindahan dan kesan menyatu dengan alam yang membuat kolam itu tidak akan dipagari. “Saya kira para orang tua bisa bijak dengan kolam buatan itu,” ujarnya.
Nantinya akan ada penataan lanjutan seperti penambahan lagi lampu hias dan kursi. “Kalau nama kolamnya sudah kita pertimbangkan namanya ‘Telaga Angsa Udayana’, semoga nama ini bisa diterima dengan baik,” harapnya.
Ardany Zulfikar salah seorang warga kota misalanya memberi tanggapan positif. “Walaupun belum rampung sepenuhnya, tapi sudah kelihatan estetika keindahannya. Salut bagi yang punya gagasan,” katanya.
Ada juga yang menyuarakan agar masyarakat bersama-sama menjaga keindahan kolam buatan itu. “Setelah CFD kemarin lihat banyak sampah (di sekitar kolam), tolong ya teman-teman sampahnya disakuin dulu atau dibuang di tong sampah,” katanya. (zad)
Editor : Kimda Farida