LombokPost--Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi menjawab pertanyaan penyandang disabilitas. Pertanyaan itu, berkaitan dengan lokasi Wisata Teras Udayana yang dinilai tidak memiliki fasilitas bagi difabel.
Denny menekankan pihaknya tidak melupakan para difabel ketika membangun Teras Udayana. Pria yang identik dengan berewok ini, menunjukkan sisi yang telah dibuatkan akses bagi pengguna kursi roda.
“(Ini) fasilitas (untuk) difabel,” katanya, kemarin (14/1).
Fasilitas itu terdapat di beberapa titik. Keberadaan fasilitas itu membantu para difabel pengguna kursi roda masuk ke kawasan Teras Udayana.
Denny menambahkan, fasilitas difabel akan terus ditingkatkan jumlahnya. Hal ini berkaitan dengan rencana pengembangan Teras Udayana ke depannya.
“Iya, sudah ada fasilitas difabel. Tapi akan kami coba lengkapi lagi,” komitmennya.
Ia berharap fasilitas bagi para difabel dapat memudahkan penyandang difabel mengakses salah satu wisata unggulan ibu kota tersebut. Denny juga berharap keberadaan Teras Udayana mampu menjadi sarana meningkatkan kebahagiaan bagi masyarakat ibu kota.
“Sehingga teman-teman disabilitas lebih nyaman dan bisa ikut menikmati Teras Udayana dengan bahagia,” harapnya.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati, mengapresiasi kerja Dinas Pariwisata yang telah menyediakan fasilitas bagi para difabel. “Kami sangat mengapresiasi apa yang telah dikerjakan Plt Kepala Dinas dan teman-teman di Dinas Pariwisata,” katanya.
Fasilitas itu merupakan bukti komitmen Pemkot Mataram untuk menyediakan fasilitas yang aman dan nyaman. Khususnya bagi penyandang disabilitas. “Karena kita tahu saudara-saudara dan adik-adik kita yang difabel ini kan berkebutuhan khusus,” paparnya.
Ia mendorong agar fasilitas difabel semakin ditingkatkan. Tidak hanya di Teras Udayana, tetapi juga di fasilitas publik lainnya. Seperti guding block, boarding akses, ramp/bidang landai, hingga toilet ramah difabel.
“Intinya semakin lengkap, semakin baik. Tidak hanya di Teras Udayana tetapi di semua tempat pelayanan publik,” pungkasnya. (zad)
Editor : Hidayatul Wathoni