LombokPost--Sejumlah langkah dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pokok beras bagi warga. Di tengah masih tingginya harga beras di pasaran.
Setelah sebelumnya pemerintah mengeluarkan beras SPHP melalui Bulog, dilanjutkan beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), Pemerintah Kota Mataram kembali menggulirkan beras cadangan pangan.
“Beras cadangan pangan ini berbeda dengan CPP yang sebelumnya sudah kita keluarkan,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Mataram Lalu Johari.
Beras cadangan pangan ini merupakan logistik yang disiapkan atas inisiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram. Jumlahnya sebanyak 10 ton yang dibeli menggunakan APBD.
“Dan sekitar lima ton lebih atau 50 persen sudah kita salurkan,” terangnya.
Dalam ketentuannya, beras cadangan milik Pemkot Mataram ini dikeluarkan berdasarkan SK Wali Kota. Setelah mempertimbangkan kondisi masyarakat yang terdampak, baik akibat bencana alam atau non alam.
“Proses pengusulannya dapat melalui keluruhan atau kecamatan,” terangnya.
Besaran beras yang diterima warga disesuaikan berdasarkan kondisi di lapangan. Akan ada tim verifikatur yang bertugas melakukan peninjauan di lapangan.
“Jadi ini beras yang dikeluarkan pemerintah Kota Mataram, kalau CPP oleh pemerintah pusat,” jelasnya.
Jadi, selama kenaikan harga beras yang meresahkan, terdapat tiga lapis program yang melindungi warga kota. Tiga program itu saling memperkuat sehingga dampak kenaikan harga tidak terlalu dirasakan masyarakat.
SPHP disalurkan langsung oleh Bulog dengan harga beras yang relatif lebih murah melalui pasar-pasar tradisional. CPP disalurkan pemerintah pusat dengan jumlah sasaran dan volume beras yang diterima telah ditentukan.
“Sementara beras cadangan pangan yang kita miliki, dikeluarkan ketika ada permintaan dari kecamatan atau kelurahan untuk membantu warga yang terdampak bencana alam maupun non alam," paparnya.
Johari mengatakan, dalam waktu dekat beras cadangan akan disalurkan juga ke Kecamatan Sandubaya untuk membantu masyarakat yang mengalami penurunan daya beli akibat kenaikan harga beras. Teknisnya, sebelum beras dikirim ke kelurahan, dinas ketahanan pangan melakukan pengecekan terlebih dahulu terhadap kualitas beras. Tujuannya, agar beras yang diberikan ke masyarakat adalah beras kualitas bagus dan layak konsumsi.
“Beras cadangan pangan jenis medium yang memiliki kualitas bagus dan layak konsumsi,” tegasnya. (zad)
Editor : Rury Anjas Andita