Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ketua TP PKK Mataram Mbak Kikin Bawa Telur dan Susu untuk Lansia di Kampung Sembalun

Miq Ade • Sabtu, 23 Maret 2024 | 07:20 WIB

 

BERMANFAAT: Ketua TP PKK kota Mataram Hj Kinnastri Mohan Roliskana bersama Kepala Dikes Kota Mataram dr Emirald Isfihan memberikan makanan bergizi pada kakek Abdurrahim, Jumat (22/3).
BERMANFAAT: Ketua TP PKK kota Mataram Hj Kinnastri Mohan Roliskana bersama Kepala Dikes Kota Mataram dr Emirald Isfihan memberikan makanan bergizi pada kakek Abdurrahim, Jumat (22/3).

 

 

LombokPost-Tidak hanya mau mendengar laporan dari belakang meja, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Mataram Hj Kinnastri Mohan Roliskana turun langsung ke kampung. Bersama tim Jas Kuning -- Jalan Sehat Berkunjung ke Lingkungan -- Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram, ia mengunjungi kampung Sembalun, Lingkungan Tanjung Karang, Kota Mataram.

Di kampung tersebut, Kikin menemui sejumlah lansia yang belum dapat mengakses layanan kesehatan dengan optimal. “Ada lansia kita yang tidak bisa bergerak ke layanan kesehatan yang disediakan pemerintah,” kata wanita yang akrab disapa Kikin ini, Jumat (22/3).

Istri orang nomor satu di Kota Mataram tersebut terlihat antusias berbincang dengan para lansia. Mendengar keluh kesah dan harapan mereka untuk peningkatan kesejahteraan.

“Kami juga mengunjungi balita yang alami stunting untuk diintervensi,” terangnya. 

Ia mengatakan, sengaja memperbanyak turun ke masyarakat. Cara tersebut lebih objektif melihat dampak dari program kesejahteraan yang dirancang TP PKK berkolaborasi dengan pemerintah.

“Sejauh mana perkembangannya, itu yang ingin kami lihat. Baik itu terhadap perbaikan gizi lansia ataupun balita yang mengalami stunting,” terangnya.

Temuan di lapangan dijadikan catatan untuk menyempurnakan program yang akan digulirkan berikutnya. “Kami ingin deteksi apa persoalannya, kemudian merumuskan solusi terbaiknya,” ucapnya. 

Kikin terlihat bersemangat mengunjungi satu rumah ke rumah lainnya. Kemudian dengan saksama mendengarkan persoalan warga.

“Kami menemukan ada lansia yang kesulitan mengakses layanan kesehatan karena secara fisik kesulitan ke lokasi kesehatan. Ada juga karena alasan biaya, maka tadi kita siapkan solusi (bersama Dikes), dokter yang akan datang mengunjungi para lansia paling tidak sebulan sekali,” ujarnya.

Di kesempatan itu, Kikin juga membawakan pada lansia makan bernutrisi berupa susu dan telur. Bantuan itu diharapkan dapat meningkatkan kesehatan para lansia dan menyembuhkan balita yang alami stunting. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram dr Emirald Isfihan mengatakan, kolaborasi dengan TP PKK membuat kunjungan Jas Kuning semakin efektif menyelesaikan berbagai persoalan kesehatan warga. “Tim kami dari puskesmas dan posyandu dapat berkolaborasi dengan kader dari TP PKK untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi para lansia dan balita,” ucapnya.

Langkah untuk turun langsung ke warga membuat pihaknya mengetahui akar persoalan kesehatan di tengah warga. Di samping itu memangkas panjangnya alur pelaporan birokrasi dan membuat rumusan kebijakan penanganan persoalan lingkungan.

“Seperti tadi kami menemukan persoalan sanitasi yang tidak sehat. Got yang mampet dan berpotensi jadi tempat berkembang biak nyamuk, kami bisa langsung membuat rekomendasi pada camat atau lurah untuk mengajak warganya gotong-royong,” jelasnya.

Begitu juga penyiapan dokter untuk melayani lansia dan balita yang kesulitan mengakses layanan kesehatan. Hal itu sejalan dengan program Jas Kuning yang secara langsung memberikan layanan kesehatan pada masyarakat.

“Kita juga sudah minta minimal satu bulan sekali nanti dokter bersama kader mengunjungi para lansia ini,” ucapnya.

Sementara itu, nenek Aisyah salah yang dikunjungi Kikin dan Emir terlihat senang. Ia juga sempat diberikan layanan cek gula darah dan tensi dari dokter yang dibawa tim Jas Kuning.

Nenek Asyiah terlihat antusias bertanya tentang tata cara minum susu bernutrisi yang diberikan untuknya. “Iya senang (dikunjungi langsung),” katanya seraya tersenyum.

Begitu juga dengan kakek Abdurrahim yang bersedia langsung diberikan layanan cek gula darah dan tensi. Padahal sebelumnya, karena alasan kesehatan fisik, Abdurrahim termasuk lansia yang tidak pernah mendatangi layanan kesehatan posyandu yang disiapkan pemerintah. (zad/r3)

 

 

Editor : Akbar Sirinawa
#Kota Mataram #TP PKK #susu #telur #Dinas Kesehatan #Lansia #Kikin #Emirald Isfihan #Stunting