LombokPost--Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram bakal menyerahkan pengelolaan 20 lapak pedagang kriya di Pasar Seni Sayang-Sayang ke Dinas Pariwisata. Langkah ini diharapkan dapat memaksimalkan pengelolaan potensi pendapatan daerah di sana.
“Kami ingin memaksimalkan pendapatan retribusi pasar grosir dan pertokoan (PGP) di kawasan itu,” kata Kepala Disdag Kota Mataram Uun Pujianto.
Sejak pademi Covid-19, puluhan lapak kriya di sana tidak dilakukan penarikan retribusi PGP karena kondisi pendapatan pedagang belum stabil. Para pedagang cukli, anyaman, dan kerajinan tangan lainnya, dihadapkan kondisi jumlah pembeli menurun drastis.
Kondisi ini berkaitan dengan kunjungan wisatawan yang juga turun sejak pandemi. “Ada yang buka dan ada yang tutup, para pedagang mengandalkan event nasional ataupun internasional untuk berdagang,” terangnya.
Konsisi itulah yang membuat pemerintah akhirnya mempertimbangkan untuk tidak menarik retribusi kala itu. Kondisi lapak juga belum ada penataan untuk menarik minat kedatangan wisatawan. Sejak terjadi gempa bumi 2018 dan pandemi covid-19.
“Mereka menempati secara gratis tanpa ada pungutan retribusi,” ucapnya.
Kedepannya, pengelolaan PGP di Pasar Seni Sayang-Sayang akan diserahkan ke Dinas Pariwisata (Dispar). Dikelola menjadi satu kesatuan dengan potensi pariwisata di biang seni dan budaya di kawasan itu.
“Kami telah koordinasi dengan Dispar agar dapat mempersiapkan konsep penataan lebih lanjut,” ucapnya. (zad)
Editor : Redaksi Lombok Post