LombokPost-Kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk beras premium dari Rp 10.900 menjadi Rp 12.500 per kg berupaya diantisipasi pemerintah.
Salah satu yang dikhwatirkan, naiknya HET menyebabkan harga bahan pokok lain ikut naik.
Sekda Kota Mataram Lalu Alwan Basri mengatakan, pihaknya telah mengantisipasi potensi kenaikan bahan pokok lain atau inflasi yang diakibatkan kenaikan harga beras.
“Kalau dampak, pasti ada dampak,” katanya, Selasa (14/5).
Namun eskalasi dampak menurutnya dapat diperkecil. Antara lain dengan merutinkan high level meeting untuk memantau pergerakan inflasi dan mengambil kebijakan efektif menekan dampaknya.
“Apalagi saat ini kan menjelang Idul Adha, kita perlu melihat dampak yang diakibatkannya,” imbuhnya.
Alwan mengatakan, kenaikan HET ini memerlukan kajian menyeluruh. Mulai dari pemberlakuan HET untuk jenis beras apa saja.
“Kemudian apakah HET-nya untuk harga gabah atau berasnya,” ucapnya.
Selanjutnya, perlu diingat juga posisi Kota Mataram sebagai daerah jasa dan perdagangan. Bukan daerah penghasil beras.
“Kita bukan daerah produksi (beras), sehingga kita perlu membaca sejauh mana efektivitas HET itu mempengaruhi harga beras di kota,” paparnya.
Yang dikhawatirkan, HET ditetapkan naik sementara ketersediaan stok beras menipis.
Menurutnya hal tersebut dapat memicu kenaikan harga beras melebihi HET.
“HET juga bisa jadi percuma kalau berasnya tidak ada, karena itu langkah pertama yang akan kami lakukan adalah memastikan stok beras tersedia,” paparnya.
Jika stok beras tersedia, langkah selanjutnya dengan mendekatkan stok tersebut pada masyarakat.
Memangkas rantai distribusi yang panjang akan membuat harga beras tetap terjangkau masyarakat.
“Kita dorong dua dinas tangani ini yakni Dinas Perdagangan dengan program Pasar Murah dan Dinas Ketahanan Pangan dengan program Gerakan Pangan Murah,” ucapnya.
Koordinasi selanjutnya akan dibangun dengan Bulog dan BI.
Menggencarkan langkah-langkah yang dapat menekan inflasi.
“Seperti melalui pasar khsusus kios inflasi yang ada di pasar Kebon Roek,” pungkasnya. (zad/r3)
Editor : Marthadi