LombokPost-Dinas Sosial berharap bisa membangun rumah aman bagi anak korban kekerasan.
Rumah aman ini, menjadi tempat penyembuhan atas trauma yang dialami anak di bawah umur.
Kepala Dinas Sosial Kota Mataram Lalu Syamsul Adnan mengatakan, ide membangun rumah aman telah disampaikan pada Sekda Kota Mataram.
Harapannya dapat ditindaklanjuti dengan turunnya anggaran membangun fasilitas tersebut.
“Kita saat ini belum punya, ini adalah bagian penting untuk membangun kesejahteraan sosial,” tekannya.
Kajian atas pentingnya rumah aman tengah disiapkan.
Mantan Camat Sandubaya itu melihat, keberadaan fasilitas ini diperlukan.
Kota Mataram dengan pesatnya pembangunan dan pertumbuhan penduduk telah memicu ekses sosial yang tidak bisa dikesampingkan.
Layanan sosial menjadi kebutuhan utama, sama seperti layanan dasar lainnya.
Termasuk dalam hal penyediaan rumah aman bagi anak korban kekerasan.
“Kajiannya sedang berproses,” jelasnya.
Selain melayani terapi trauma, rumah aman dapat digunakan sebagai lokasi konsultasi, rehabilitasi sosial, dan aksi kedermawanan atau filantropi.
“Selama ini, kita sudah lakukan terorganisir tetapi belum ada wadahnya,” ucapnya.
Persembahan rumah aman ini akan menjadi masterpiece untuk mengiringi kehidupan sosial masyarakat perkotaan.
Terlepas dari keberadaannya, pemerintah tidak ingin kasus kekerasan terhadap anak meningkat.
“Namun sesuai amanat dalam peraturan menteri, agar daerah menyiapkan fasilitas penting ini,” tekannya.
Sementara untuk lokasi fasilitas, Adnan mengatakan masih dalam kajian.
Fasilitas ini membutuhkan luasan lahan yang representatif agar skema pelayanan yang direncanakan berjalan optimal. (zad/r3)
Editor : Kimda Farida