Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sikapi Mohan-Mujib Jilid 2, Kader Golkar Terbelah

Galih Mega Putra S • Sabtu, 8 Juni 2024 | 16:15 WIB
PENJAJAKAN KOALISI: Ketua DPD Gerindra Kota Mataram Abd Rahman saat menerima silaturahmi Sekretaris DPD 2 Golkar Kota Mataram Usman TS dan pengurus teras Golkar Kota Mataram. (ZAD/LOMBOK POST )
PENJAJAKAN KOALISI: Ketua DPD Gerindra Kota Mataram Abd Rahman saat menerima silaturahmi Sekretaris DPD 2 Golkar Kota Mataram Usman TS dan pengurus teras Golkar Kota Mataram. (ZAD/LOMBOK POST )

LombokPost-Sekretaris DPD 2 Golkar Kota Mataram Usman TS tampil ke muka, menepis keraguan kelanjutan paket H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman (Harum) jilid 2.

Menurutnya, riak-riak politik yang menyebut Mohan-Mujib ditolak sebagian internal kader tidak benar.

Ia mengklaim, seluruh kader dari akar rumput hingga pengurus DPD 2 Golkar Kota Mataram menginginkan Mohan-Mujib berlanjut lagi di Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Mataram 2024.

“Di DPD 2 Golkar Kota Mataram tidak pernah terbaca (ada gerakan penolakan Mohan-Mujib jilid 2), di partai tidak ada pernah seperti itu,” tepisnya, ditemui di kantor DPC Partai Gerindra Kota Mataram,  (7/6).

Namun ia mengecualikan untuk rumor yang muncul dari kalangan luar partai.

Opini semacam itu, dinilai bisa saja muncul dari lingkaran luar Golkar Kota Mataram.

“Orang lain saya tidak tahu,” ucapnya.

Ia kembali menekankan klaimnya atas seluruh kader partai berlambang pohon beringin tersebut, menginginkan Mohan-Mujib jilid 2 berlanjut.

Aspirasi ini disuarakan dan sudah sampai di jajaran pengurus elite partai di DPD Golkar Kota Mataram.

Aspirasi dan sikap kader ini ditekankan, berkesesuaian dengan surat tugas DPP Partai Golkar yang memandatkan H Mohan Roliskana sebagai bakal calon wali kota (bacawakot) dan TGH Mujib sebagai bakal calon wakil wali kota (bacawawakot).

“Yang terpenting DPD 2 Partai Golkar Kota Mataram mendukung pak Mohan dan pak tuan guru (Mujib, Red), harus dua-duanya menjadi satu,” tegasnya.

Selanjutnya, aspirasi ini diharapkan sampai ke jajaran pengurus lebih tinggi yakni DPD 1 Golkar NTB hingga DPP Golkar.

Usman mengatakan, keputusan selanjutnya berada di tangan Mohan Roliskana untuk menjadi bagian pertimbangannya dalam mencari calon wakil yang terbaik.

“Kita menginginkan satu paket ini (Mohan-Mujib), baik pengurus di tingkat ranting atau kecamatan (sudah satu suara). (Keputusan akhir) tergantung pak Mohan,” ucapnya.

Dalam dinamika politik pantauan Lombok Post, kader Golkar terbelah dalam menyikapi peluang Mohan-Mujib jilid 2.

Satu sisi seperti klaim Usman TS, menginginkan Mohan-Mujib berlanjut. Sedangkan di lain sisi, muncul suara ‘bawah tanah’ menginginkan Mohan memilih pasangan yang lain. 

Suara bawah tanah tersebut, menginginkan agar Mohan mempertimbangkan mencari figur lain yang lebih spesifik keahliannya dalam membantu wali kota mengelola pemerintahan dan punya relasi luas dalam menarik dana pusat dan investasi masuk ke daerah.

Hal ini ditekankan juga untuk legacy kepemimpinan Mohan bila terpilih lagi di periode kedua nantinya.

Mereka mengharapkan, wajah pemerintahan Mohan lebih progresif lagi dalam membangun ibu kota.

Sehingga, setelah periode pemerintahannya berakhir, dikenang sebagai figur yang memiliki lompatan jauh dalam pembanguan di segala aspek.

Hanya saja, suara-suara bawah tanah ini, disuarakan sebagai keresahan pribadi. Belum terkonsolidasi sebagai sikap resmi kader untuk menolak Mohan-Mujib jilid 2.

Sekaligus sikap takzim pada ketokohan Mohan yang menginginkan situasi kepartaian yang kondusif.

Nada-nada keresahan itu, diakomodir dengan elegan oleh DPD Golkar NTB dan DPP Golkar. Antara suara yang mendukung dan menolak Mohan-Mujib jilid 2, porsinya diuji melalui cara ilmiah yakni survei.

Selain dengan Mujib, nama Mohan disimulasikan dengan beberapa figur.

Hal ini sebelumnya diisyaratkan Sekretaris DPD 1 Golkar NTB Firadz Pariska.

Dengan siapa akhirnya Mohan berpasangan, akan dikembalikan pada hasil survei. Prinsipnya, Firadz menekankan, Golkar ingin memberikan pasangan calon yang ideal bagi masyarakat kota.

“Semua partai pada intinya ingin menang dan kemenangan dapat diraih jika (pasangan calon) linier dengan keinginan rakyat,” tekannya.

Golkar mengedepankan rasionalitas dalam mengusung pasangan calon. Salah satu instrumen mengukur rasionalitas dimaksud yakini survei.

Sisi ini ditekankan sebagai sikap politik Golkar yang menghargai harapan dan cita-cita masyarakat.

“Makanya kami saat ini tengah menggelar survei. Logikanya, ngapain kami menggelar survei, kalau bukan untuk mencari yang terbaik?” tekannya.

Mohan-Mujib Didaftarkan ke Gerindra

Sementara itu, sejumlah pengurus Golkar Kota Mataram, membawa berkas Mohan dan TGH Mujib untuk didaftarkan ke partai Gerindra.

Masing-masing Mohan sebagai bacawakot dan TGH Mujib sebagai bacawawakot.

“Jadi ini satu paket ya,” tekan Usman TS.

Ketua DPC Partai Gerindra Kota Mataram Abd Rahman menerima langsung pendaftaran. Secara normatif, ia mengatakan partai Gerindra secara terbuka menerima pendaftar dari putra/putri terbaik Kota Mataram.

Kesempatan itu juga digunakan Rahman yang juga bacawakot Kota Mataram ini, membangun komunikasi untuk penjajakan koalisi Golkar-Gerindra.

“Prinsipnya, kita membuka komunikasi dengan semua partai. Kami ingin membangun koalisi yang solid untuk memenangkan Pilkada,” ucap pria yang juga wakil ketua DPRD Kota Mataram ini.

Dalam kesempatan itu, Rahman menegaskan posisi partainya dalam kepercayaan diri tinggi mengasapi Pilkada Serentak 2024.

“Kami punya infrastuktur politik dengan kepercayaan diri yang tinggi setelah memenangkan pak Prabowo di Pilpres 2024, selanjutnya bidikan kami adalah memenangkan kader Gerindra di Pilwalkot 2024,” optimisnya. (zad)

Editor : Kimda Farida
#Mataram #pilwali #mohan